kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.183
  • EMAS682.000 0,44%
  • RD.SAHAM 0.04%
  • RD.CAMPURAN 0.21%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.04%

Ekonom BNI menyebut titik puncak bunga kredit sudah terjadi di 2018

Selasa, 05 Maret 2019 / 17:50 WIB

Ekonom BNI menyebut titik puncak bunga kredit sudah terjadi di 2018
ILUSTRASI. Uang rupiah

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sepajang tahun 2018 lalu kenaikan bunga simpanan cenderung lebih kencang dibandingkan dengan kenaikan bunga kredit. Hal ini dikarenakan perbankan mengikuti arus kebijakan Bank Indonesia (BI) yang memutuskan untuk menaikkan bunga acuan sebanyak 175 basis poin (bps) tahun lalu.

Kepala Ekonom PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) Ryan Kiryanto menilai, kenaikan bunga simpanan yang kencang tersebut pada praktiknya mempengaruhi kinerja perbankan, terbukti dari net interest margin (NIM) yang kian menyusut. Alasannya, meski bunga simpanan sudah meningkat, industri perbankan cenderung memilih untuk menahan bunga kredit secara konservatif.


Upaya tersebut dilakukan tak lain untuk menjaga kualitas kredit dengan pertimbangan jika bunga kredit di tahan akan membantu kemampuan membayar debitur (repayment capacity) menjadi tetap lancar.

Menurut Ryan, fenomena ini memastikan kalau bunga kredit perbankan sudah mencapai puncaknya pada akhir 2018 lalu untuk mengimbangi kenaikan bunga simpanan setelah BI menaikkan bunga acuannya menjadi 6%.

Malah, menurutnya dengan tren suku bunga acuan global yang dovish alias melandai sejalan dengan ekspektasi kenaikan fed fund rate (FFR) yang tidak agresif serta ekspektasi inflasi di dalam negeri yang rendah yaitu 3,5% menandakan adanya peluang bagi bank untuk menurunkan bunga simpanan maupun kreditnya.

"Bank BUKU IV yang memiliki likuiditas relatif lebih kuat bisa menjadi pionir penurunan bunga simpanan dan kredit," katanya kepada Kontan.co.id, Selasa (5/3). 

Hanya saja, Ryan menambahkan jika imbal hasil atau yield dari kupon surat berharga negara (SBN) masih cenderung tinggi yaitu di kisaran 7,5%-8,25% dan digemari pemilik dana, kemungkinan besar perbankan bakal menahan tingkat bunga simpanan maupun kredit untuk menyesuaikan dengan pasar.

"Tapi yang penting, sinyal ke depan bunga simpanan dan kredit tidak punya ruang untuk naik secara dramatis," tuturnya.


Reporter: Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang
Editor: Tendi
Video Pilihan

TERBARU
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0005 || diagnostic_api_kanan = 0.7908 || diagnostic_web = 2.7740

Close [X]
×