kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.614.000   8.000   0,31%
  • USD/IDR 17.940   -67,00   -0,37%
  • IDX 6.176   67,33   1,10%
  • KOMPAS100 814   12,72   1,59%
  • LQ45 622   13,33   2,19%
  • ISSI 212   0,39   0,18%
  • IDX30 351   8,04   2,34%
  • IDXHIDIV20 438   9,47   2,21%
  • IDX80 93   1,54   1,68%
  • IDXV30 117   0,44   0,38%
  • IDXQ30 113   2,94   2,65%

Ekosistem Tetap Jadi Kunci Keberhasilan Bank Digital


Rabu, 26 November 2025 / 19:37 WIB
Ekosistem Tetap Jadi Kunci Keberhasilan Bank Digital
ILUSTRASI. Nasabah menggunakan aplikasi Bank Jago.


Reporter: Adrianus Octaviano | Editor: Noverius Laoli

Hal ini seiring dengan usia bank yang saat ini sudah berumur 3 tahun dan sudah lebih dari 2 tahun terakhir mengembangkan kerjasama dengan ekosistem eksternal seperti jaringan cinema nasional dan juga jaringan convenience store nasional.

Ia menjelaskan ini bukan berarti ekosistem CT Corp mengecil, tapi porsinya yang mengecil karena porsi ekosistem luar yang membesar dengan pengembangan kerjasama baru di luar CT Corp.

“Bank akan terus mengembangkan kerjasama dengan ekosistem eksternal baru dan terus memperkuat kerjasama dengan ekosistem yang sudah ada termasuk ekosistem internal,” jelasnya.

Baca Juga: Setelah Garap Ekosistem, Bank Digital Makin Gencar Salurkan Pinjaman Langsung

Head of Research KISI Sekuritas Muhammad Wafi pun sepakat bahwa bank digital paling kuat kalo ekosistemnya hidup. Ia melihat jika tidak ada mesin trafik dari ekosistem induk, akuisisi nasabah organik jadi berat. 

“Tidak ada itu, pertumbuhan bakal stagnan dan biaya marketing jebol,” jelasnya.

Ia pun melihat bahwa jarang ada bank digital yang sukses tanpa ekosistem kuat. Alhasil, hal tersebut juga terlihar di sahamnya. 

Ia menyebutkan bank digital yang ekosistemnya solid biasanya lebih menarik. Meski cenderung memiliki volatilitas tinggi,  ada cerita jangka panjang yang dimiliki.

“Saya lebih prefer Bank Jago, Bank Raya, Superbank untuk mid–long term, tapi masuknya bertahap,” ujarnya.

Baca Juga: Adu Kuat Bank Digital Seabank vs Bank Jago dengan Sokongan Ekosistem E-Commerce

Sementara itu, Investment Analyst Edvisor Profina Visindo, Indy Naila melihat bukan berarti bank digital yang tidak memiliki ekosistem kuat, sahamnya menjadi tidak menarik.

Di mana, Ia melihat Bank Neo Commerce yang juga memiliki daya tarik untuk sahamnya, di mana bank tersebut mengandalkan ekosistem Akulaku.

“Bank Neo Commerce sendiri saya lihatnya strategi produknya agresif bahkan dari sisi NIM tinggi dan net income growthnya tumbuh pesat. Target harga di Rp 496, ” tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×