kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.799.000   25.000   0,90%
  • USD/IDR 17.900   47,00   0,26%
  • IDX 6.127   -2,81   -0,05%
  • KOMPAS100 807   -1,47   -0,18%
  • LQ45 611   -9,23   -1,49%
  • ISSI 216   0,35   0,16%
  • IDX30 348   -6,56   -1,85%
  • IDXHIDIV20 426   -11,92   -2,72%
  • IDX80 93   -0,89   -0,95%
  • IDXV30 118   -2,46   -2,04%
  • IDXQ30 112   -2,96   -2,59%

Ekosistem Tetap Jadi Kunci Keberhasilan Bank Digital


Rabu, 26 November 2025 / 19:37 WIB
Ekosistem Tetap Jadi Kunci Keberhasilan Bank Digital
ILUSTRASI. Nasabah menggunakan aplikasi Bank Jago.


Reporter: Adrianus Octaviano | Editor: Noverius Laoli

Hal ini seiring dengan usia bank yang saat ini sudah berumur 3 tahun dan sudah lebih dari 2 tahun terakhir mengembangkan kerjasama dengan ekosistem eksternal seperti jaringan cinema nasional dan juga jaringan convenience store nasional.

Ia menjelaskan ini bukan berarti ekosistem CT Corp mengecil, tapi porsinya yang mengecil karena porsi ekosistem luar yang membesar dengan pengembangan kerjasama baru di luar CT Corp.

“Bank akan terus mengembangkan kerjasama dengan ekosistem eksternal baru dan terus memperkuat kerjasama dengan ekosistem yang sudah ada termasuk ekosistem internal,” jelasnya.

Baca Juga: Setelah Garap Ekosistem, Bank Digital Makin Gencar Salurkan Pinjaman Langsung

Head of Research KISI Sekuritas Muhammad Wafi pun sepakat bahwa bank digital paling kuat kalo ekosistemnya hidup. Ia melihat jika tidak ada mesin trafik dari ekosistem induk, akuisisi nasabah organik jadi berat. 

“Tidak ada itu, pertumbuhan bakal stagnan dan biaya marketing jebol,” jelasnya.

Ia pun melihat bahwa jarang ada bank digital yang sukses tanpa ekosistem kuat. Alhasil, hal tersebut juga terlihar di sahamnya. 

Ia menyebutkan bank digital yang ekosistemnya solid biasanya lebih menarik. Meski cenderung memiliki volatilitas tinggi,  ada cerita jangka panjang yang dimiliki.

“Saya lebih prefer Bank Jago, Bank Raya, Superbank untuk mid–long term, tapi masuknya bertahap,” ujarnya.

Baca Juga: Adu Kuat Bank Digital Seabank vs Bank Jago dengan Sokongan Ekosistem E-Commerce

Sementara itu, Investment Analyst Edvisor Profina Visindo, Indy Naila melihat bukan berarti bank digital yang tidak memiliki ekosistem kuat, sahamnya menjadi tidak menarik.

Di mana, Ia melihat Bank Neo Commerce yang juga memiliki daya tarik untuk sahamnya, di mana bank tersebut mengandalkan ekosistem Akulaku.

“Bank Neo Commerce sendiri saya lihatnya strategi produknya agresif bahkan dari sisi NIM tinggi dan net income growthnya tumbuh pesat. Target harga di Rp 496, ” tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×