Reporter: Ferry Saputra | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mewaspadai dampak fenomena iklim El Nino terhadap industri Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML).
Kewaspadaan tersebut terutama diarahkan pada sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan yang berpotensi terdampak kondisi cuaca ekstrem akibat El Nino.
Baca Juga: LPS Kejar Target Aktivasi Penjaminan Polis, Progres Persiapan Sudah 80,76%
Kepala Eksekutif Pengawas PVML OJK Agusman mengatakan, pihaknya akan terus mencermati dampak fenomena tersebut terhadap kinerja pembiayaan di sektor-sektor terkait.
Di tengah ancaman El Nino yang diperkirakan berlanjut hingga 2027, Agusman menyebut kinerja pembiayaan pada sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan sejauh ini masih tumbuh positif.
"Nilainya tumbuh 10,12%, jika dibandingkan periode sama tahun sebelumnya," ujar Agusman dalam konferensi pers RDK OJK, Selasa (8/9/2026).
OJK mencatat penyaluran pembiayaan perusahaan multifinance pada sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan mencapai Rp42,51 triliun per Juli 2026. Nilai tersebut tumbuh 10,12% secara tahunan atau year on year (YoY).
Sementara itu, pembiayaan atau penyertaan modal ventura pada sektor yang sama mencapai Rp757,06 miliar per Juli 2026. Nilainya tumbuh 10,49% YoY.
Agusman mengatakan, industri PVML terus didorong untuk memperkuat manajemen risiko dan menerapkan prinsip kehati-hatian.
Langkah tersebut diperlukan untuk menjaga pertumbuhan industri tetap sehat dan berkelanjutan di tengah potensi risiko dari perubahan kondisi iklim.
Baca Juga: OJK Soroti Gap Literasi dan Inklusi Keuangan yang Tembus 20% Lebih
Pembiayaan Multifinance Tumbuh
Secara keseluruhan, OJK mencatat total penyaluran pembiayaan perusahaan multifinance mencapai Rp513,05 triliun per Juli 2026.
Nilai tersebut tumbuh 2,01% YoY. Pertumbuhan pembiayaan terutama ditopang oleh pembiayaan modal kerja yang tumbuh 6,32% YoY.
Adapun nilai pembiayaan modal ventura tercatat sebesar Rp16,32 triliun per Juli 2026. Angka tersebut mengalami kontraksi 0,46% YoY.
Sebelumnya, Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) telah memperingatkan potensi fenomena El Nino yang dapat berlangsung hingga Februari 2027. Fenomena tersebut diproyeksikan memiliki intensitas sangat kuat.
Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan pelaku industri keuangan dalam mengelola risiko pembiayaan, khususnya pada sektor yang sensitif terhadap perubahan cuaca seperti pertanian, kehutanan, dan perikanan.
Baca Juga: Dapen BCA Waspadai Volatilitas Pasar hingga Arus Kas Keluar Jelang Akhir 2026
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














