kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   -25.000   -0,89%
  • USD/IDR 17.847   -12,00   -0,07%
  • IDX 6.195   68,05   1,11%
  • KOMPAS100 824   16,97   2,10%
  • LQ45 619   8,11   1,33%
  • ISSI 215   -1,05   -0,49%
  • IDX30 350   2,03   0,58%
  • IDXHIDIV20 428   1,77   0,41%
  • IDX80 94   1,01   1,10%
  • IDXV30 118   -0,67   -0,56%
  • IDXQ30 112   0,74   0,66%

Enggan Turun Kasta Jadi BPR, Bank Daerah Kejar Target Proses KUB Sebelum Akhir 2024


Kamis, 12 Desember 2024 / 21:11 WIB
Enggan Turun Kasta Jadi BPR, Bank Daerah Kejar Target Proses KUB Sebelum Akhir 2024
ILUSTRASI. Pelayanan nasabah perbankan di Jakarta. Bank Pembangunan Daerah (BPD) bergegas mengejar proses pembentukan Kelompok Usaha Bank (KUB) sebelum berakhirnya batas waktu OJK.


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Noverius Laoli

Berdasarkan laporan keuangan publikasi Bank Jatim sampai September 2024, total Aset Bank Jatim sebesar Rp 106,63 triliun, dengan modal inti mencapai Rp 10,90 triliun.

Di sisi lain, PT BPD Jawa Barat dan Banten Tbk (Bank BJB) juga masih terus melaksanakan proses KUB. Sebagai bank jangkar, BJB diketahui nantinya akan melakukan penyertaan modal pada empat BPD yang belum memenuhi ketentuan modal minimum yang ditetapkan oleh OJK,

Direktur Utama BJB Yuddy Renaldi mengatakan, ada empat BPD yang akan masuk dalam KUB BJB, yakni Bank Bengkulu, Bank Jambi, Bank Maluku Malut dan Bank Sultra.

Baca Juga: Masyarakat Kelas Menengah Indonesia Banyak Turun Kasta, Ini Pemicunya

Sejauh ini yang sudah rampung penyertaan modalnya adalah kepada Bank Bengkulu dan Bank Jambi, sementara Bank Maluku Malut masih dalam proses KUB, dan sedang memfinalisasi Perjanjian Kerja Sama (PKS) penyertaan modal.

Pihaknya tetap akan mengupayakan agar penyelesaian proses KUB ini sesuai dengan batas waktu yang ditentukan,” ujar Yuddy belum lama ini,

"Dengan masuknya tiga BPD dalam KUB BJB, diperkirakan aset bank BJB di akhir tahun 2024 akan menjadi Rp 230 triliun-Rp 240 triliun, dan diproyeksikan akan menjadi rangking 10 bank secara nasiona;," ungkap Yuddy kepada Kontan.

Baca Juga: Masyarakat Kelas Menengah Banyak Turun Kasta, Jokowi: Problem Hampir Semua Negara

Sampai dengan September 2024, secara konsolidasi total Aset BJB mencapai Rp 210 triliun, dengan modal inti Rp 16,22 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×