Reporter: Aulia Ivanka Rahmana | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) mencatat kenaikan pembayaran klaim pada kuartal I-2026 seiring meningkatnya frekuensi klaim di sejumlah lini bisnis.
Sekretaris Perusahaan Asuransi Jasindo Brellian Gema Widayana mengatakan, realisasi klaim bruto perusahaan mencapai Rp 407,14 miliar pada kuartal I-2026.
Angka ini meningkat 21,38% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 335,43 miliar.
Baca Juga: Klaim Jasindo Tembus Rp 108 Miliar per Januari 2026, Terdorong Bencana Alam
“Kenaikan ini terutama dipengaruhi oleh meningkatnya frekuensi klaim pada sejumlah lini bisnis, khususnya pada lini property, engineering, dan energy offshore,” ujarnya kepada Kontan, Jumat (1/5/2026).
Ia menjelaskan, lonjakan klaim tersebut turut dipengaruhi oleh faktor eksternal, seperti adanya peningkatan kompleksitas risiko pada proyek-proyek engineering serta aktivitas di sektor energy offshore.
Seiring tren tersebut, Jasindo mengupayakan untuk memperkuat kualitas underwriting dan manajemen risiko secara terintegrasi. Salah satunya melalui penerapan prudent underwriting dengan penyesuaian risk appetite pada lini bisnis tertentu.
"Kami juga melakukan peningkatan pemanfaatan data analytics untuk mendukung proses risk assessment," lanjutnya.
Di sisi manajemen risiko, Jasindo memperkuat sistem pengelolaan risiko melalui identifikasi dan mitigasi risiko yang lebih komprehensif.
Baca Juga: Jasindo Terapkan Strategi Ini Dorong Kinerja Asuransi Marine Cargo pada 2026
Upaya ini dilakukan dengan penguatan early warning system, monitoring eksposur risiko secara berkala, serta peningkatan kualitas tata kelola risiko di seluruh lini bisnis.
Tak hanya itu, optimalisasi program reasuransi juga terus dilakukan guna menjaga tingkat eksposur risiko tetap berada dalam batas yang dapat ditoleransi.
Jasindo memproyeksikan tren klaim hingga akhir 2026 masih akan dipengaruhi oleh dinamika aktivitas ekonomi, kondisi cuaca, serta potensi risiko eksternal lainnya.
Baca Juga: Pendapatan Premi Jasindo Tembus Rp 3,27 Triliun per Oktober 2025
Meski demikian, perusahaan tetap optimistis dapat menjaga kinerja yang sehat melalui penerapan underwriting yang disiplin, diversifikasi portofolio, serta penguatan manajemen risiko secara menyeluruh dan berkelanjutan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













