Reporter: Ferry Saputra | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) Tahun 2026 mencatat, tingkat literasi sektor sektor perasuransian mencapai 42,84%, sedangkan inklusinya 29,55%. Tingkat literasinya terbilang sudah cukup masif, tetapi inklusinya masih ketinggalan. Terlihat dari gap-nya yang masih jauh atau lebar.
Mengenai hal itu, PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (Tugu Insurance) menilai gap tersebut tak terlepas dari faktor karakteristik produk asuransi yang berbeda dengan produk keuangan lainnya. Corporate Secretary Tugu Insurance Dudi Subekti menerangkan asuransi merupakan produk yang manfaatnya sering kali tidak langsung terlihat atau dirasakan.
Dia bilang asuransi pada dasarnya merupakan produk perlindungan terhadap risiko yang manfaatnya cenderung baru dirasakan ketika risiko terjadi.
Baca Juga: Simak Tawaran BSI Griya Spesial Margin 2,75% di Danantara Housing Expo 2026
"Dengan demikian, keputusan untuk memiliki asuransi memerlukan pertimbangan kebutuhan dan prioritas jangka panjang," katanya kepada Kontan, Kamis (27/8).
Selain itu, Dudi mengungkapkan tingkat kepercayaan dan persepsi masyarakat terhadap produk dan industri perasuransian juga menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi keputusan masyarakat untuk menggunakan produk asuransi.
Alhasil, peningkatan pemahaman dan literasi mengenai pentingnya perlindungan atau asuransi perlu terus diiringi dengan penguatan kepercayaan masyarakat terhadap industri perasuransian.
Untuk membantu menyeimbangkan literasi dan inklusi industri ke depannya, Dudi menyebut Tugu Insurance akan terus berupaya melakukan edukasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Dia menyampaikan upaya tersebut tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya perlindungan asuransi, tetapi juga membangun kepercayaan masyarakat terhadap produk dan industri perasuransian.
"Dengan pemahaman dan kepercayaan yang makin baik, diharapkan masyarakat dapat mengambil keputusan yang tepat dalam memilih perlindungan sesuai dengan kebutuhan. Dengan demikian, peningkatan literasi dapat berjalan seiring dengan perluasan inklusi perasuransian," tuturnya.
Sebagai informasi, Hasil SNLIK 2026 menunjukkan, tingkat literasi keuangan nasional mencapai 69,57%, atau meningkat dari SNLIK 2025 yang sebesar 66,54%. Adapun indeks tingkat inklusi keuangan mencapai 93,61% pada SNLIK 2026, meningkat dari SNLIK 2025 yang sebesar 92,74%.
Baca Juga: Panin Bank Telah Gunakan Seluruh Dana Penerbitan Obligasi Sebanyak Rp 550 Miliar
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














