kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.723.000   -27.000   -0,98%
  • USD/IDR 17.778   37,00   0,21%
  • IDX 6.490   84,64   1,32%
  • KOMPAS100 845   11,84   1,42%
  • LQ45 639   6,30   1,00%
  • ISSI 229   3,87   1,72%
  • IDX30 357   3,02   0,85%
  • IDXHIDIV20 436   3,52   0,81%
  • IDX80 96   1,26   1,33%
  • IDXV30 121   1,42   1,18%
  • IDXQ30 113   0,77   0,68%

Tak Lagi Sekadar Dana Darurat, Gadai Kini Sasar Kalangan Beraset Jumbo


Kamis, 27 Agustus 2026 / 14:15 WIB
Tak Lagi Sekadar Dana Darurat, Gadai Kini Sasar Kalangan Beraset Jumbo
ILUSTRASI. Kantor Lesca Gadai Premier (DOK/Kantor Lesca Gadai Premier)


Reporter: Ahmad Febrian | Editor: Ahmad Febrian

KONTAN.CO.ID - JAKARTA.  Industri pergadaian nasional terus tumbuh seiring meningkatnya kebutuhan likuiditas masyarakat dan pelaku usaha.

PT Pegadaian sebagai pemain utama mencatat kenaikan outstanding loan (OSL) gross lebih dari 58% secara tahunan. Di tengah pertumbuhan tersebut, rasio non performing loan (NPL) industri pergadaian masih berada di bawah 1%.

Persaingan juga semakin beragam. Selain BUMN, sejumlah perusahaan gadai swasta berizin Otoritas Jasa Keungan (OJK), seperti Pusat Gadai Indonesia, Gadai Top, Raja Gadai, hingga Beli Gadai mulai memperluas jaringan. Penguatan regulasi melalui Peraturan OJK Nomor 39 Tahun 2024 dan UU P2SK turut mendorong penataan industri.

Pergadaian kini tak lagi identik dengan masyarakat yang menggadaikan emas beberapa gram atau sepeda motor untuk memenuhi kebutuhan mendesak. Di segmen lain, transaksi gadai berlangsung lebih eksklusif dengan aset bernilai tinggi sebagai agunan.

Jam tangan Patek Philippe, Audemars Piguet, dan Rolex, tas Hermes Birkin, perhiasan berlian, hingga logam mulia dalam jumlah besar mulai menjadi bagian dari aset yang dapat diagunkan.

Baca Juga: PPATK: Transaksi Kejahatan Perbankan & Pasar Modal Rp 1,21 Triliun di Semester I-2026

Bagi kalangan high net worth individuals (HNWI) dan pemilik bisnis, gadai dapat digunakan untuk memperoleh likuiditas tanpa harus menjual aset.

Salah satu pemain yang menyasar segmen ini adalah PT Lesca Gadai Premier. Perusahaan tersebut menawarkan pembiayaan berbasis aset bagi nasabah yang membutuhkan dana, termasuk untuk kebutuhan modal kerja dalam jumlah besar.

Direktur Lesca Gadai Premier, Bastian Purnama mengatakan kenaikan harga emas dapat dimanfaatkan pemilik aset untuk memperoleh likuiditas tanpa melepas kepemilikan.

"Melalui skema pendanaan berbasis aset atau asset-backed lending, mereka dapat memanfaatkan nilai laten dari koleksi premium tersebut secara maksimal," ujar Bastian, dalam keterangannya, Rabu (26/8). 

Lesca Gadai Premier juga mengusung konsep discreet liquidity melalui layanan white glove service. Tim penilai dapat mendatangi lokasi pilihan nasabah, mulai dari kantor hingga kediaman pribadi, untuk melakukan penilaian aset.

Ekonom Senior Prasasti Center for Policy Studies, Piter Abdullah menilai perkembangan pergadaian menunjukkan perubahan fungsi gadai dari sekadar solusi kebutuhan darurat menjadi salah satu alternatif pengelolaan likuiditas. "Bagi segmen kelas atas, efisiensi biaya modal dan perlindungan reputasi adalah kunci," kata Piter.

Dari antrean masyarakat di gerai gadai hingga transaksi privat dengan aset bernilai tinggi, industri pergadaian kini memiliki pasar yang semakin luas dan beragam.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU

[X]
×