kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.723.000   -27.000   -0,98%
  • USD/IDR 17.752   11,00   0,06%
  • IDX 6.488   81,96   1,28%
  • KOMPAS100 846   12,53   1,50%
  • LQ45 639   6,78   1,07%
  • ISSI 229   4,12   1,83%
  • IDX30 357   3,39   0,96%
  • IDXHIDIV20 436   3,60   0,83%
  • IDX80 96   1,37   1,44%
  • IDXV30 121   1,33   1,11%
  • IDXQ30 113   0,84   0,75%

SMBC Indonesia Gandeng ADB Perkuat Pembiayaan Perdagangan dan Rantai Pasok


Kamis, 27 Agustus 2026 / 13:28 WIB
SMBC Indonesia Gandeng ADB Perkuat Pembiayaan Perdagangan dan Rantai Pasok
ILUSTRASI. PT Bank SMBC Indonesia Tbk (Dok/PT Bank SMBC Indonesia Tbk)


Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank SMBC Indonesia Tbk memperkuat bisnis pembiayaan perdagangan dan rantai pasok melalui kerja sama dengan Asian Development Bank (ADB). 

Kerja sama tersebut dilakukan melalui skema unfunded risk participation. Dalam skema ini, ADB berperan sebagai mitra partisipasi risiko bagi portofolio pembiayaan perdagangan dan rantai pasok yang dimiliki Bank SMBC Indonesia.

Bagi emiten bank berkode saham BTPN ini, kolaborasi bersama ADB ditujukan untuk memperluas pembiayaan kepada pelaku usaha di berbagai segmen sekaligus memperkuat mekanisme kontingensi kredit yang telah berjalan.

Baca Juga: Transaksi Valas CIMB Niaga Tumbuh di Atas 20%, Didorong Nasabah Retail

Wakil Direktur Utama Bank SMBC Indonesia Jun Saito mengatakan pembiayaan perdagangan dan rantai pasok memiliki peran penting dalam menghubungkan pelaku usaha serta memperkuat rantai nilai.

“Kerja sama ini mencerminkan komitmen kami untuk terus meningkatkan kapabilitas serta menyediakan solusi yang mendukung kebutuhan bisnis nasabah yang terus berkembang dalam sebuah ekosistem bisnis yang lebih luas,” kata Jun Saito dalam keterangan resmi, Kamis (27/8/2026).

Dalam kerja sama tersebut, Bank SMBC Indonesia tetap menangani proses origination, administrasi, pengelolaan, hingga pemantauan transaksi. Bank juga memastikan pelaksanaan kerja sama mengikuti prinsip tata kelola perusahaan yang baik, termasuk uji tuntas nasabah, kepatuhan terhadap regulasi, serta pemantauan portofolio secara berkelanjutan.

Penguatan bisnis pembiayaan perdagangan dan rantai pasok ini sejalan dengan pertumbuhan kredit Bank SMBC Indonesia. Per akhir Juni 2026, kredit konsolidasi pada segmen korporasi dan komersial tumbuh 12,8% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp 116,5 triliun.

Pertumbuhan kredit juga terjadi pada sejumlah segmen bisnis lainnya. Kredit Jenius tumbuh 9,9% yoy menjadi Rp 3,69 triliun, sementara pembiayaan BTPN Syariah meningkat 8,7% yoy menjadi Rp 11,03 triliun.

Selain itu, pembiayaan melalui anak usaha OTO & SOF tumbuh 5,8% yoy menjadi Rp 31,89 triliun.

Saito bilang kolaborasi dengan ADB bakal memperkuat posisi Bank SMBC Indonesia dalam mendukung aktivitas perdagangan dan rantai pasok di Indonesia.

Baca Juga: Nikmati Promo Eksklusif BRI di Modinity 2026, Berpeluang Dapat Voucher Rp500 Ribu

“Sinergi ini diharapkan dapat memperluas akses pembiayaan bagi dunia usaha, meningkatkan ketahanan ekosistem perdagangan, serta berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” tukasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×