kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45920,31   -15,20   -1.62%
  • EMAS1.347.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Generali Indonesia Catat RBC Berada di Angka 327%


Senin, 04 Maret 2024 / 06:52 WIB
Generali Indonesia Catat RBC Berada di Angka 327%


Reporter: Shifa Nur Fadila | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia (Generali) catat tingkat Risk Based Capital (RBC) perusahaan masih berada dalam batas aman. RBC Generali Indonesia tercatat berada di angka 327%.

Perusahaan memiliki nilai RBC sebesar 120% atau lebih dapat diartikan bahwa perusahaan tersebut mampu untuk membayar kewajibannya, khususnya kewajiban klaim kepada tertanggung. RBC merupakan ukuran kesehatan keuangan perasuransian. 

Baca Juga: RBC Turun, Asuransi Janji Jaga Rasio di Level Aman

"RBC kami masih dalam batas aman, jauh di atas batas minimun," jelas Chief Marketing Officer Generali Vivin Arbianti Gautama pada Kontan.co.id, Minggu (3/3). 

Vivin juga mengatakan Generali Indonesia sedang berada pada tren RBC  yang terus di atas ambang batas. Menurutnya hgal itu dikarenakan Generali Indonesia berkomitmen secara konsisten untuk terus menjaga kesehatan keuangan perusahaan. 

"Kami menerapkan berbagai strategi secara komprehensif yang meliputi aspek-aspek finansial untuk menjaga solvabilitas," ujarnya. 

Melihat data OJK yang menunjukan adanya penurunan tingkat RBC di industri asuransi jiwa, Vivin mengungkapkan Generali Indonesia tetap optimis bahwa RBC Generali Indonesia masih terus stabil dan di atas minimum ketentuan pemerintah yakni 120%.

Menurutnya kesehatan keuangan perusahaan merupakan salah satu hal yang penting untuk bisa memberikan proteksi kepada nasabah.

Baca Juga: Generali Indonesia Bukukan Kenaikan Pendapatan Premi Jadi Rp 3,02 Triliun pada 2023

Selain itu untuk menjaga rasio RBC Generali Indonesia Vivin memgungkapkan akan terus secara rutin melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap keuangan perusahaan termasuk terhadap faktor-faktor risiko yang mempengaruhi rasio tersebut.

"Kami sangat menjunjung tinggi good corporate governance dimana pengawasan dari regional maupun grup cukup ketat di berbagai aspek, khususnya yang terkait dengan kesehatan keuangan perusahaan," ucapnya.   

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×