Reporter: Ferry Saputra | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Great Eastern Life Indonesia menyampaikan pendapatan premi tunggal mendominasi pendapatan premi perusahaan per Mei 2026.
Marketing Director Great Eastern Life Indonesia Roy Hendrata mengatakan salah satu penyebab premi tunggal masih mendominasi karena sejalan dengan karakteristik mayoritas portofolio nasabah Great Eastern Life Indonesia.
"Nasabah cenderung memilih skema pembayaran premi di awal untuk kemudahan dalam perencanaan perlindungan finansial jangka panjang," ujarnya kepada Kontan, Jumat (3/7/2026).
Baca Juga: Menjaga Otentisitas Rasa dan Mengelola Cuan Warung Betawi Haji Muhayar
Berdasarkan laporan keuangan perusahaan di situs resmi, Great Eastern Life Indonesia membukukan total pendapatan premi sebesar Rp 1,63 triliun per Mei 2026. Nilainya naik 36,6%, jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara itu, Roy menuturkan premi reguler tetap memberikan kontribusi terhadap total pendapatan premi melalui segmen nasabah yang ingin membangun perlindungan finansial secara bertahap dan berkelanjutan.
Secara keseluruhan, dia bilang kinerja kedua segmen nasabah dipengaruhi oleh kondisi ekonomi, daya beli masyarakat, perkembangan pasar keuangan, serta kebutuhan nasabah dalam merencanakan perlindungan finansial.
Ke depannya, Roy optimistis kedua segmen pembayaran premi akan terus bertumbuh, seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat akan perlindungan dan perencanaan keuangan. Dia bilang hal itu mengingat premi tunggal dan premi reguler memiliki karakteristik yang berbeda.
Baca Juga: Dana Pensiun BCA Jaga Stabilitas Kepesertaan di Tengah Gelombang Pensiun Normal
Roy menjelaskan premi tunggal umumnya sesuai bagi nasabah yang memiliki kesiapan dana untuk memenuhi kebutuhan perlindungan sekaligus, sedangkan premi reguler memberikan fleksibilitas bagi nasabah yang ingin membangun perlindungan secara bertahap. Dia menyebut pihaknya akan terus menghadirkan solusi perlindungan dan layanan yang relevan bagi masing-masing segmen.
"Dengan demikian, keduanya dapat bertumbuh secara sehat dan berkelanjutan, didukung oleh edukasi, transparansi, serta kualitas layanan kepada nasabah. Keduanya juga akan tetap menjadi bagian penting dalam portofolio Great Eastern Life Indonesia," ucap Roy.
Sebagai informasi, data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat, pendapatan premi asuransi jiwa yang didapatkan dari pembayaran premi secara tunggal meningkat 7,4% secara Year on Year (YoY), mencapai Rp 19,10 triliun pada kuartal I-2026. Kenaikan pembayaran premi secara tunggal tersebut didorong naiknya pendapatan premi dari produk unitlink dan berasal dari segmen asuransi kumpulan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














