Reporter: Ferry Saputra | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan pergadaian swasta PT Budi Gadai Indonesia asal Sumatra Utara (Sumut) menilai pangsa pasar industri pergadaian masih sangat besar dan memiliki prospek yang baik ke depannya.
Direktur PT Budi Gadai Indonesia Budiarto Sembiring mengatakan hal itu didukung masih tingginya kebutuhan masyarakat terhadap akses pembiayaan yang cepat, mudah, dan aman. Khususnya, bagi segmen masyarakat yang belum terlayani oleh layanan keuangan formal, serta Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
"Selain itu, tingkat literasi masyarakat terhadap produk gadai yang terus meningkat juga menjadi peluang bagi pertumbuhan industri," katanya kepada Kontan, Rabu (1/7/2026).
Baca Juga: Jamkrida Sumbar Sebut Nilai IJP Sektor Produktif Tumbuh 8% per Mei 2026
Untuk mengoptimalkan peluang tersebut, Budiarto mengungkapkan Budi Gadai Indonesia akan menerapkan sejumlah strategi. Dia bilang strateginya, yakni terus memperluas jangkauan layanan, meningkatkan kualitas pelayanan kepada nasabah, memperkuat transformasi digital, dan terus ekspansi cabang sesuai dengan kebutuhan pasar.
"Ditambah, menjaga tata kelola perusahaan dan manajemen risiko yang baik," ujarnya.
Sementara itu, Budiarto menerangkan saat ini, perusahaan sudah memiliki 40 kantor cabang. Dia bilang perusahaan baru saja menambah 6 kantor cabang pada Semester I-2026 dan akan menambah lagi 6 kantor cabang pada Semester II-2026.
"Alhasil, dibuka 12 kantor cabang sepanjang 2026. Dengan demikian, perusahaan akan memiliki total 46 kantor cabang hingga akhir tahun ini sesuai rencana bisnis," ucap Budiarto.
Adapun penyaluran pembiayaan Budi Gadai Indonesia tercatat tumbuh 53,2% secara Year on Year (YoY) per Maret 2026.
Baca Juga: Harga Saham Perbankan Lesu: Buyback Triliunan Rupiah Jadi Bantalan Investor?
Terkait kinerja industri, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, penyaluran pembiayaan industri pergadaian mencapai Rp 157,20 triliun per April 2026. Nilai itu mengalami pertumbuhan sebesar 56,80% secara YoY.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














