kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   -30.000   -1,12%
  • USD/IDR 17.664   -12,00   -0,07%
  • IDX 6.636   -31,42   -0,47%
  • KOMPAS100 867   -5,52   -0,63%
  • LQ45 658   -5,19   -0,78%
  • ISSI 231   -0,99   -0,43%
  • IDX30 368   -3,06   -0,83%
  • IDXHIDIV20 455   -4,73   -1,03%
  • IDX80 99   -0,80   -0,81%
  • IDXV30 125   -1,37   -1,08%
  • IDXQ30 118   -1,17   -0,99%

Gubernur BI: Wealth management 23 bank yang diperiksa sangat rentan risiko


Jumat, 27 Mei 2011 / 16:02 WIB
ILUSTRASI. Kantor PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo)


Reporter: Nina Dwiantika

JAKARTA. Dari hasil pemeriksaan layanan wealth management di 23 bank, Bank Indonesia (BI) menyimpulkan, semuanya dinyatakan belum siap dan memiliki kelemahan yang cukup serius.

“Ada kelemahan di sana sini,” ujar Gubernur BI, Darmin Nasution, Jumat (27/5).

Kepala Biro Humas Bank Indonesia, Difi Ahmad Johansyah, menambahkan kelemahan yang banyak ditemukan antara lain risk management yang belum siap, tatap muka antara relation manager (RM) dan nasabah yang kurang, menggampangkan cara berjualan. “Nasabah juga tak dijelaskan mengenai risiko investasi di layanan ini. Yang terparah adalah mereka masih menggunakan blangko kosong,” ujar Difi A Johansyah, Kabiro Humas BI.

Selain itu, masih banyak staf bank di wealth management yang tidak bersertifikasi, padahal untuk menangani nasabah kaya ini dibutuhkan sertifikasi sesuai dengan sistem dan prosedur.

BI berharap, perbankan memiliki layanan wealth management lebih singkat memperbaiki sistem dan prosedurnya. ”Tak hanya itu, kepentingan nasabah juga perlu dijunjung tinggi, misalnya nasabah harus merasa aman dan nyaman terhadap produk investasi tersebut,” ujar Difi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×