kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

GWM turun, Mandiri bisa raih bunga Rp 280,3 M


Kamis, 19 November 2015 / 22:10 WIB


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Bank Mandiri memprediksi penurunan giro wajib minimum (GWM) primer dalam rupiah dari 8% menjadi 7,5% oleh Bank Indonesia akan berefek positif ke kinerja perseroan.

Efek pertama yaitu ada tambahan likuiditas. Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri Rohan Hafas mengatakan, potensi penambahan likuiditas dari penurunan GWM ini adalah sebesar Rp 2,8 triliun. Nantinya likuiditas ini diharapkan bisa dimasukkan ke sektor penyaluran kredit yang mempunyai margin tinggi dan NPL rendah.

Jika diasumsikan selisih bunganya 10%, berarti Mandiri berpotensi mendapatkan bunga sebesar Rp 280,3 miliar. “Diharapkan dari penurunan ini, jumlah penyaluran kredit Mandiri juga akan bertambah,” kata Rohan, Kamis, (19/11).

Namun, Rohan mengatakan, penurunan GWM ini tidak akan terlalu berpengaruh ke cost of fund perseroan. Hal ini karena jumlah penurunan GWM yang tidak terlalu besar, yakni hanya sebesar 0,5%. Begitu juga kepada loan to deposit ratio (LDR) yang diprediksi juga tidak akan terlalu banyak berpengaruh.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×