kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.570.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 17.917   -11,00   -0,06%
  • IDX 6.199   79,73   1,30%
  • KOMPAS100 798   9,81   1,24%
  • LQ45 610   7,17   1,19%
  • ISSI 217   4,13   1,94%
  • IDX30 339   2,82   0,84%
  • IDXHIDIV20 432   2,95   0,69%
  • IDX80 91   1,18   1,31%
  • IDXV30 118   1,56   1,34%
  • IDXQ30 110   0,60   0,54%

Hadapi Risiko El Nino, BCA Perkuat Pemantauan Kredit


Selasa, 06 Oktober 2026 / 14:12 WIB
Hadapi Risiko El Nino, BCA Perkuat Pemantauan Kredit
ILUSTRASI. BCA memperkuat pemantauan risiko kredit untuk mengantisipasi dampak El Nino terhadap debitur.          (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Aura Putri | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Central Asia Tbk (BCA) memperkuat pemantauan risiko kredit untuk mengantisipasi dampak El Nino terhadap debitur. Bank mengandalkan pemantauan kualitas portofolio dan early warning system untuk mendeteksi potensi penurunan kualitas kredit.

EVP Corporate Communication BCA Hera F. Haryn mengatakan, BCA melakukan mitigasi dengan memantau risiko konsentrasi kredit, penggunaan limit dan kualitas portofolio.

"BCA senantiasa mencermati dinamika makroekonomi, baik domestik maupun global, termasuk dampak El Nino terhadap beberapa sektor ekonomi," ujar Hera kepada Kontan, Senin (5/10/2026).

Baca Juga: Per Agustus 2026, 117 Perasuransian Sudah Penuhi Ekuitas Minimum untuk 2026

Hera memastikan BCA terus menjaga komunikasi dengan debitur yang diperkirakan bisnisnya terdampak serta mengevaluasi sektor industri berdasarkan prospek dan kinerja usaha. Adapun pencadangan NPL BCA sudah dibentuk 165,5% dan terhadap LAR mencapai 68,7% per Juni 2026.

Berdasarkan data Statistik Ekonomi dan Keuangan Indonesia (SEKI) Bank Indonesia, kredit bank persero ke sektor pertanian, kehutanan dan perikanan mencapai Rp 439,39 triliun pada Juli 2026, tumbuh 10,58% yoy. Memang, tidak ada rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) di sektor ini.

Sementara itu rasio NPL perbankan secara keseluruhan saat ini berada di level 2,11%, naik dari 2,10% pada Juli dan 2,05% pada Desember 2025.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dian Ediana Rae mengatakan, sektor pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan memiliki ketergantungan tinggi terhadap kondisi cuaca. Gangguan produksi, peningkatan biaya operasional serta penurunan pendapatan dapat mempengaruhi kemampuan debitur dalam memenuhi kewajiban kredit.

Baca Juga: IASC Terima 702.342 Laporan Kasus Penipuan hingga September 2026

"Dari perspektif sektor keuangan, El Nino yang menjadi salah satu cakupan dalam risiko iklim, dan menjadi salah satu fokus pengaturan dan pengembangan OJK mengingat dampaknya berpotensi menjalar dari sektor riil ke sektor keuangan dan pada akhirnya memengaruhi kualitas aset, profitabilitas, likuiditas, dan tingkat permodalan bank," kata Dian dalam jawaban tertulis, dikutip Senin (5/10/2026).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×