kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.792.000   16.000   0,90%
  • USD/IDR 16.565   0,00   0,00%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Harap Sabar, Margin Bank-Bank Raksasa RI Belum Bisa Mekar Optimal


Kamis, 20 Maret 2025 / 19:53 WIB
Harap Sabar, Margin Bank-Bank Raksasa RI Belum Bisa Mekar Optimal
ILUSTRASI. Nasabah melakukan transaksi melalui ATM salah satu bank Himbara di Jakarta, Kamis (20/1). Perbankan masih perlu menghadapi persaingan dalam hal mencari pendanaan dengan bunga yang cukup tinggi sehingga sulit raih marjin jumbo.


Reporter: Adrianus Octaviano | Editor: Noverius Laoli

EVP Corporate Communication and Social Responsibility BCA Hera F. Haryn menegaskan dalam melihat profitabilitas suatu bank, NIM hanya merupakan salah satu komponen indikator profitabilitas.

Artinya, belum memperhitungkan pendapatan non-bunga, biaya operasional perusahaan, dan biaya pencadangan kredit.

“Kami melihat pergerakan NIM ke depan akan sejalan dengan permintaan kredit di pasar, pergerakan suku bunga, dan kondisi likuiditas,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan BCA akan terus mendorong penyaluran kredit ke berbagai segmen dan sektor, dalam rangka mendukung perekonomian nasional.

Baca Juga: Penurunan Suku Bunga Jadi Harapan Perbaikan Margin di BTN

Sebagai informasi, pertumbuhan kredit bank only BCA selama dua bulan di 2025 melambat ke level 14% YoY. Perlambatan ini sesuai dengan intensi manajemen yang menargetkan pertumbuhan kredit konsolidasi selama 2025 di kisaran 6% hingga 8% YoY.

Sementara itu, Direktur Utama BNI Royke Tumilaar mengamini bahwa NIM perbankan masih berpotensi lebih rendah. Pasalnya, beban dana akan tinggi karena kondisi likuiditas yang ketat.

“NIM akan tertekan terus sepanjang likuiditas di pasar ketat,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×