kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.597.000   -16.000   -0,61%
  • USD/IDR 17.998   74,00   0,41%
  • IDX 6.148   -94,03   -1,51%
  • KOMPAS100 799   -14,31   -1,76%
  • LQ45 612   -9,30   -1,50%
  • ISSI 212   -3,34   -1,55%
  • IDX30 339   -4,87   -1,42%
  • IDXHIDIV20 427   -2,25   -0,52%
  • IDX80 91   -1,67   -1,79%
  • IDXV30 116   -0,86   -0,73%
  • IDXQ30 110   -0,92   -0,84%

Harga Avtur Naik, Industri Asuransi Perjalanan Hadapi Tantangan Jaga Harga


Senin, 28 September 2026 / 16:15 WIB
Harga Avtur Naik, Industri Asuransi Perjalanan Hadapi Tantangan Jaga Harga
ILUSTRASI. Ketua Umum AAUI Budi Herawan (KONTAN/Ferry Saputra)


Reporter: Secillia Hafifah | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kenaikan harga avtur berpotensi meningkatkan biaya perjalanan dan memengaruhi daya beli masyarakat. 

Kondisi ini menjadi tantangan bagi industri asuransi perjalanan untuk menjaga produk tetap terjangkau, terutama menjelang periode Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Ketua Umum AAUI Budi Herawan menilai, dampak kenaikan avtur terhadap asuransi perjalanan cenderung tidak langsung. 

Baca Juga: Harga Emas Turun, Ticket Size Pembiayaan Gadai Budi Gadai Tetap Stabil

Kenaikan harga tiket pesawat dapat mendorong masyarakat menyesuaikan frekuensi perjalanan maupun anggaran yang dialokasikan untuk perlindungan tambahan.

"Kenaikan avtur tentu perlu dicermati karena dapat meningkatkan keseluruhan biaya perjalanan," ujarnya kepada Kontan, Senin (28/9/2026).

Berdasarkan data Kementerian Perhubungan, rata-rata harga avtur pada September 2026 meningkat sekitar 6,5%, dari Rp21.892 menjadi Rp23.315 per liter.

Pemerintah juga menaikkan batas maksimal fuel surcharge penerbangan domestik kelas ekonomi dari 30% menjadi 40% dari Tarif Batas Atas (TBA).

Meski demikian, penyesuaian tersebut tidak berarti harga tiket naik 40%. Kementerian Perhubungan memperkirakan dampak rata-rata terhadap harga tiket sekitar 8%.

"Kondisi tersebut membuat aspek keterjangkauan atau affordability perlu menjadi perhatian industri asuransi perjalanan agar produk proteksi tidak dianggap sebagai pengeluaran tambahan yang mudah dihilangkan," ucapnya.

Di sisi lain, permintaan perjalanan masih menunjukkan potensi pertumbuhan. BPS mencatat sekitar 5 juta penumpang penerbangan domestik dan 1,8 juta penumpang internasional pada Juli 2026.

Perjalanan wisatawan nusantara pada periode yang sama mencapai 107,44 juta perjalanan, tumbuh 7,23% secara tahunan.

Peluang pasar asuransi perjalanan juga didukung oleh momentum libur Nataru. Pada Nataru 2025/2026, Kementerian Perhubungan mencatat pengguna angkutan umum mencapai 21,46 juta penumpang, meningkat 12,48% dibandingkan periode sebelumnya.

Baca Juga: Asuransi Asei Genjot Travel Insurance, Sasar UMKM hingga Perjalanan Internasional

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×