Reporter: Ade Priyatin | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri asuransi kesehatan tengah dihadapkan pada tantangan ganda, yaitu ancaman inflasi medis dan dinamika ekonomi makro.
Head of Product PT Asuransi Allianz Life Syariah Indonesia (Allianz Syariah), Rina Triana mengatakan bahwa ekosistem kesehatan, termasuk industri asuransi saat ini dihadapkan pada biaya medis yang terus meningkat.
Selain dipengaruhi oleh inflasi medis, tekanan terhadap biaya kesehatan juga dipengaruhi oleh dinamika ekonomi makro. Menurutnya, pelemahan nilai ikut tukar rupiah mempengaruhi biaya layanan kesehatan karena sebagian komponen obat dan alat kesehatan di Indonesia masih bergantung pada impor.
Baca Juga: Ketidakpastian Ekonomi Turut Pengaruhi Simpanan di LKM BKD Kabupaten Pekalongan
Tekanan tersebut ditunjukkan dari meningkatnya biaya perawatan berbagai penyakit kritis dalam beberapa tahun terakhir. PT Asuransi Allianz Utama Indonesia (Allianz Indonesia) mencatat rata-rata biaya perawatan penyakit jantung meningkat 219%, kanker naik 179%, dan stroke meningkat 169% sepanjang periode 2020–2025.
Sementara itu, PT Asuransi Allianz Life Indonesia (Allianz Life) dan Allianz Syariah juga mencatat telah membayarkan total klaim dan manfaat sebesar Rp6,3 triliun, dengan klaim kesehatan mencapai Rp3,7 triliun sepanjang tahun 2025.
Menurut Rina, tantangan industri saat ini bukan hanya memastikan masyarakat bisa memperoleh akses terhadap layanan kesehatan yang berkualitas, tetapi juga menjaga agar perlindungan kesehatan tetap relevan dan berkelanjutan dalam jangka panjang.
“Ketika biaya layanan kesehatan terus meningkat, tantangannya bukan hanya menjaga masyarakat dapat memperoleh akses terhadap layanan yang berkualitas saat ini, tetapi juga memastikan perlindungan kesehatan tetap relevan dan dapat memberikan manfaat secara berkelanjutan dalam jangka panjang,” katanya dalam keterangan resmi, Kamis (18/6/26).
Sejalan dengan hal tersebut, ia berpendapat bahwa asuransi kesehatan saat ini perlu dilihat sebagai bagian dari perencanaan finansial jangka panjang.
Di sisi lain, industri asuransi kesehatan juga berupaya terus menjaga kecukupan manfaat dan perlindungan keinginan, agar nasabah tetap bisa mendapat akses terhadap layanan kesehatan yang dibutuhkan di tengah dinamika biaya medis yang terus berubah.
“Ke depan, tantangannya bukan hanya menghadirkan perlindungan kesehatan yang relevan dengan kebutuhan saat ini, tetapi juga memastikan manfaatnya tetap berkelanjutan di tengah perubahan ekosistem kesehatan,” tutup Rina.
Baca Juga: OJK Batasi Kepemilikan Asing Fintech Jadi 85%, AFPI Mengaku Kesulitan Gaet Asing
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












