kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.645.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 17.870   -65,00   -0,36%
  • IDX 5.821   -75,34   -1,28%
  • KOMPAS100 752   -12,33   -1,61%
  • LQ45 573   -10,72   -1,84%
  • ISSI 201   -1,70   -0,84%
  • IDX30 325   -6,09   -1,84%
  • IDXHIDIV20 401   -6,69   -1,64%
  • IDX80 86   -1,38   -1,59%
  • IDXV30 108   -1,25   -1,14%
  • IDXQ30 105   -1,88   -1,76%

Hari anak, Cigna gelar program gaya hidup sehat


Jumat, 06 Juni 2014 / 12:57 WIB
ILUSTRASI. Sejumlah anggota DPR berfoto usai mengikuti Rapat Paripurna DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (10/1/2023). Warta Kota/YULIANTO


Reporter: Christine Novita Nababan | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Dalam rangka memperingati Hari Anak Internasional, PT Asuransi Cigna mengajarkan praktik gaya hidup sehat melalui program basic health awareness dan education quality improvement kepada siswa/i Sekolah Dasar Negeri 10 dan 31 Johar Baru, Jakarta Pusat.

Cigna menggandeng Putera Sampoerna Foundation dan unit usahanya School Development Outreach (PSF-SDO) menggelar workshop kebersihan diri. Julian Mengual, Deputy CEO Cigna mengatakan, pihaknya secara konsisten berusaha melayani masyarakat melalui berbagai program sosial yang membantu meningkatkan kesehatan masyarakat.

“Kami mengumpulkan 30 karyawan untuk berperan aktif membimbing para siswa/i akan pentingnya praktik menjaga kebersihan diri. Kegiatan ini membantu meningkatkan kesehatan masyarakat, anak-anak khususnya,” ujarnya melalui siaran pers, Jumat (6/6).

Melansir data Kementerian Kesehatan, hanya 12% anak-anak berusia 5 tahun – 14 tahun yang mencuci tangannya dengan sabun setelah buang air, sementara cuma14% yang melakukan cuci tangan setelah makan. Fakta tersebut memicu rendahnya tingkat kesehatan masyarakat di mana kebersihan diri menjadi salah satu penyebab utama dari 88% kematian akibat diare (data UNICEF).

“Melihat hal ini, kami ingin berkontribusi. Setidaknya dimulai dari wilayah terdekat. Pemilihan SDN 10 dan 31 Johar Baru ini tepat sasaran, karena lingkungan sekitar yang padat penduduk dan kondisi sekolah yang belum memenuhi standar kesehatan higienis,” imbuh Mengual.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×