Reporter: Ferry Saputra | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia mencatat, industri asuransi jiwa membukukan pertumbuhan hasil investasi 103,1% secara year on year (YoY), menjadi sebesar Rp 47,32 triliun pada 2025.
Mengenai hal itu, PT Zurich Topas Life (Zurich Life) melihat pertumbuhan hasil investasi industri didukung beberapa faktor utama, di antaranya penerimaan premi yang stabil, kondisi makroekonomi yang membaik, serta peningkatan kepercayaan investor terhadap pasar finansial Indonesia.
"Selain itu, penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 22,13% dan kenaikan indeks obligasi pemerintah sebesar 12,43% sepanjang 2025 mencerminkan sentimen investor yang positif dan turut berkontribusi signifikan terhadap hasil investasi industri," ungkap Director Investment and Risk Management Zurich Life, Santy Gui, kepada Kontan, Jumat (3/4).
Sejalan dengan kondisi industri, Santy menyampaikan hasil investasi Zurich Life juga menunjukkan pertumbuhan signifikan pada 2025. Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan di situs resmi, Zurich Life mencatatkan hasil investasi Rp 131,05 miliar, atau tumbuh 207,77% secara YoY.
Baca Juga: Investasi Emas Asuransi Masih Minim, Mega Insurance Fokus Investasi di Obligasi
Santy menyebut hasil positif itu tak terlepas dari strategi perusahaan dalam menempatkan investasi. Dia menjelaskan portofolio investasi perusahaan didominasi Surat Berharga Negara (SBN) yang menawarkan stabilitas imbal hasil, sekaligus menjaga risiko investasi.
"Pendekatan itu sejalan dengan tujuan kami untuk menjaga keberlanjutan dan keamanan dana nasabah," kata Santy.
Jika ditelaah secara rinci, Zurich Life mencatatkan total investasi sebesar Rp 2,59 triliun pada 2025. Adapun alokasi terbesarnya memang berada di instrumen SBN dengan nilai mencapai Rp 1,42 triliun atau porsinya mencapai 54,83%.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













