Reporter: Ammar Rezqianto | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perbankan digital terus mencatat peningkatan jumlah nasabah. Menyambut tren positif ini, perbankan digital juga berupaya untuk memacu tingkat keaktifan penggunanya.
Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, per Maret 2026, jumlah rekening kredit perbankan digital tumbuh 27,31% secara tahunan (yoy). Sedangkan, rekening dana pihak ketiga (DPK) perbankan digital tumbuh 35,38% yoy.
Adapun OJK menilai kencangnya pertumbuhan bank digital ini disebabkan oleh menguatnya inklusi keuangan dan percepatan layanan daring dalam industri.
"Pertumbuhan rekening juga didorong oleh perkembangan mobile banking, digital on boarding, serta meningkatnya partisipasi masyarakat dalam ekosistem ekonomi digital," jelas Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae dalam jawaban tertulis, Senin (18/5/2026).
Baca Juga: OJK: Penjaminan Kredit Masih Jadi Andalan Industri Penjaminan
Meski pertumbuhannya pesat, OJK menyebut kontribusi perbankan digital dalam pertumbuhan industri secara keseluruhan masih terhitung kecil. OJK menyebut kontribusi total aset, kredit, dan DPK perbankan digital masih di bawah 2% dari keseluruhan industri.
Di samping jumlah nasabahnya yang terus melonjak tinggi, bank digital tampaknya masih dihadapkan dengan tantangan keaktifan pengguna.
PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) menjadi salah satu yang mencatat kenaikan jumlah nasabah. Hingga kuartal 1-2026, total nasabah Allo Bank mencapai sekitar 14,5 juta nasabah.
Digital Strategy Head Allo Bank, Destya D. Pradityo menyebut, pertumbuhan nasabah banknya terus tercatat solid. Meski begitu, ia bilang fokus utama banknya lebih kepada keaktifan nasabah, ketimbang jumlahnya.
Destya menyebut sampai saat ini, tingkat pengguna aktif bulanan Allo Bank berada di sekitar level 30% dari total pengguna. Ia memastikan angka tersebut tergolong sehat untuk industri bank digital.
"Dalam industri bank digital, tantangan utamanya memang bukan hanya akuisisi nasabah, tetapi bagaimana menjadikan aplikasi sebagai bagian dari aktivitas finansial harian pengguna," kata Destya.
Baca Juga: LPS Perketat Pengawasan, Siapkan Sistem Data Realtime untuk Pantau Bank
Destya mengatakan tingkat pengguna aktif banknya terus mengalami peningkatan. Salah satu upaya yang dilakukan Allo Bank untuk mendorong kenaikannya adalah dengan memperkaya ekosistem layanan dan menawarkan produk cross-selling.
PT Krom Bank Indonesia Tbk (BBSI) juga terus memacu pengguna aktifnya. Ini dilakukan dengan berbagai layanan kompetitif yang dihadirkan.
Direktur Utama Krom Bank, Anton Hermawan menyebut saat ini tingkat pengguna aktif bulanannya mencapai sekitar 45%. Hanya saja, Anton tidak menyebut jumlah pasti nasabahnya.
Menurutnya, tingginya pengguna aktif Krom Bank didukung oleh layanan aplikasi yang mudah digunakan. Ia menilai nasabah zaman sekarang lebih senang mencari layanan bank yang simpel dan instan.
Selain itu, Krom Bank juga menawarkan bunga yang kompetitif dan berbagai program insentif lainnya.
"Kolaborasi dengan mitra strategis juga dilakukan untuk mengintegrasikan layanan Krom ke dalam aktivitas harian nasabah," ucap Anton.
Anton optimistis tingkat pengguna aktif banknya akan terus bertumbuh seiring dengan layanan finansial banknya yang semakin bertambah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













