kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Himbara siapkan Rp 500 miliar untuk switching


Rabu, 02 Maret 2016 / 18:04 WIB


Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Himpunan Bank-Bank Umum Milik Negara (Himbara) terus mematangkan rencana integrasi mesin anjungan tunai mandiri (ATM) antar bank BUMN. Ketua Umum Himbara Asmawi Syam mengatakan, pihaknya akan segera melakukan penentuan kebutuhan modal untuk mengakuisisi perusahaan switching atau mendirikan perusahaan switching sendiri.

Targetnya, penentuan kebutuhan modal ini di kuartal II-2016 setelah konsultan Himbara menyebutkan nilai yang pantas untuk mengakuisisi perusahaan tersebut. Tanpa menyebutkan nama, Asmawi menambahkan pihaknya akan mengakuisisi perusahaan switching lokal. Jika tidak berjalan mulus, Himbara memilih jalan untuk mendirikan perusahaan sendiri.

Kepala Bidang Dana Himbara sekaligus Direktur Funding and Distribution PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) Sis Apik Wijayanto menyampaikan, pihaknya telah menyiapkan ancang-ancang harga untuk mengakuisisi perusahaan tersebut sesuai dengan aset dan bisnis mereka. "Kami menyiapkan dana sekitar Rp 500 miliar. Harapannya, dapat mengakuisisi di bawah Rp 500 miliar," katanya, kepada KONTAN, Rabu (2/3).

Lanjutnya, modal ini akan berasal dari empat bank yaitu BTN, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) dan PT Bank Mandiri Tbk. Namun, ia belum dapat menyampaikan dana yang harus disiapkan oleh setiap bank, karena masih proses perhitungan harga.

Ke depan, perusahaan switching ini tidak hanya menggarap integrasi ATM, namun integrasi mesin electronic data capture (EDC) dan membuat sistem prinsipal untuk kartu debit dan kartu kredit bank BUMN. Sistem prinsipal ini akan menguasai sistem pembayaran di dalam negeri. "Tahap awal, seluruh ATM bank BUMN dapat saling terintegrasi," jelasnya.

Sebelumnya Deputi Bidang Jasa Keuangan Kementerian BUMN Gatot Trihargo menambahkan, perusahaan switching akan berada di bawah entitas induk atawa investment holding perbankan. Alasan BUMN mendorong intergasi mesin ATM ini agar bank BUMN lebih efisien. Langkah panjang, Gatot menambahkan, perusahaan switching milik Himbara melakukan penawaran saham perdana (IPO).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×