CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Hingga Juni, transaksi kartu debit GPN di ATM Bersama mencapai Rp 6,3 triliun


Kamis, 12 Juli 2018 / 16:12 WIB
Hingga Juni, transaksi kartu debit GPN di ATM Bersama mencapai Rp 6,3 triliun
ILUSTRASI. ATM Bersama dari PT Artajasa Pembayaran Elektronis

Reporter: Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang | Editor: Herlina Kartika

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dampak implementasi kartu debit berlogo nasional dalam rangka penerapan Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) sudah mulai terasa.

Direktur Bisnis PT Artajasa Pembayaran Elektronis (Artajasa) Anthoni Morris mengungkapkan, hal ini terlihat dari pertumbuhan transaksi menggunakan kartu debit berlogo GPN di ATM Bersama. 


Berdasarkan catatan Artajasa, sejak November 2017 hingga Juni 2018 sudah ada lebih dari 12 juta transaksi menggunakan kartu debit GPN yang telah di-routing secara domestik. Total nilai transaksinya mencapai lebih dari Rp 6,3 triliun. 

Jumlah ini menurut Morris terus meningkat dari bulan ke bulan. Pihaknya memperkirakan jumlah ini akan terus meningkat seiring dengan sosialisasi dan implementasi yang dilakukan oleh Bank Indonesia (BI) bersama dengan perbankan.

"Transaksi tertinggi rata-rata terjadi pada hari Sabtu dan Minggu. Sementara transaksi terendah rata-rata terjadi pada hari Senin dan Rabu. Kecuali hari tersebut jatuh pada tanggal 1," ujar Morris di Jakarta, Kamis (12/7).

Jumlah transaksi dengan menggunakan kartu GPN menurut Artajasa juga meningkat cukup pesat pada Juni 2018 dikarenakan adanya momen libur Lebaran. 

Bila dirinci lebih dalam, transaksi menggunakan kartu debit GPN di ATM Bersama paling aktif pada pukul 13.00 WIB-20.00 WIB dengan transaksi tertinggi terjadi pada pukul 19.00 WIB.

Sementara itu, rata-rata nilai ticket size tertinggi transaksi kartu berlogo GPN yang diterbitkan perbankan berada di kisaran Rp 401.000-Rp 500.000. Artinya, masih ada ruang cukup besar untuk penggunaan kartu debit GPN tersebut.

Mayoritas transaksi kartu tersebut dilakukan di restoran dan/atau rumah makan (17%) serta pusat perbelanjaan (19%).

"Memang paling banyak transaksi di tempat makan dan top-nya di grocery," ujar Morris.

Berdasarkan data BI yang dihimpun oleh Artajasa tercatat transaksi pembayaran menggunakan kartu debit secara keseluruhan telah tumbuh 12,85% dalam rata-rata setahun terakhir menjadi 5,69 miliar transaksi. Sementara transaksi menggunakan kartu kredit naik 8,17% menjadi 327 juta transaksi dalam setahun terakhir.

"Artinya masyarakat sudah mulai aktif, karena jaminan keamanannya lebih baik. Seperti BI sudah lebih dulu menerapkan NSICCS (kartu berbasis chip). Serta pin enam digit, untuk menghindari skimming dan ancaman lainnya," sambungnya.




TERBARU

Close [X]
×