kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.584.000   35.000   1,37%
  • USD/IDR 16.799   18,00   0,11%
  • IDX 8.945   11,20   0,13%
  • KOMPAS100 1.232   5,57   0,45%
  • LQ45 871   6,27   0,72%
  • ISSI 324   1,18   0,37%
  • IDX30 444   0,97   0,22%
  • IDXHIDIV20 521   5,04   0,98%
  • IDX80 137   0,69   0,51%
  • IDXV30 144   1,30   0,91%
  • IDXQ30 142   0,82   0,58%

ICX Proyeksikan Industri SCF Masuki Fase Konsolidasi 2026


Minggu, 04 Januari 2026 / 16:39 WIB
ICX Proyeksikan Industri SCF Masuki Fase Konsolidasi 2026
ILUSTRASI. Rebranding ICX (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Ade Priyatin | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Indonesia Crowdfunding Exchange (ICX) menilai industri securities crowdfunding (SCF) telah memasuki fase penyesuaian dan pematangan pada tahun 2025 dan akan berlanjut pada fase konsolidasi dan penguatan kualitas di tahun 2026.

"Pada 2026, ICX memandang industri akan memasuki fase konsolidasi dan penguatan kualitas, bukan sekadar ekspansi kuantitas," ujar Direktur Operasional ICX, Gunawan Aldy pada Kontan, Sabtu (3/1/26).

Sepanjang 2025, ICX melakukan pendekatan yang tidak hanya berfokus pada volume proyek saja, melainkan penguatan kualitas penerbit, tata kelola, dan perlindungan modal sehingga mereka makin selektif terhadap proses kurasi dan transparansi manajemen.

Baca Juga: Tahun Depan, Urun Dana ICX Tak Hanya Kejar Kuantitas Pendanaan

Hasilnya, hingga akhir 2025 ICX telah memfasilitasi pendanaan kumulatif sebesar Rp233 miliar dengan melibatkan lebih dari 24 ribu pemodal dan 46 penerbit, yang 8 di antara telah melakukan buyback.

Memasuki tahun 2026, ICX memandang konsolidasi dan penguatan ekosistem sebagai kunci pertumbuhan industri SCF. Oleh sebab itu, Gunawan mengungkapkan sejumlah strategi yang akan dilakukan ICX untuk menghadapi tantangan di industri ini.

Di antaranya adalah perluasan izin untuk Efek Bursa Bersifat Utang (EBU) guna memperkaya pilihan produk bagi investor, penguatan pasar sekunder untuk meningkatkan likuiditas dan transparansi harga, dan meningkatkan kurasi penerbit, tata kelola, dan keterbukaan informasi penerbit.

Baca Juga: Securities Crowdfunding ICX Catat Himpunan Dana Rp 230 Miliar hingga Kuartal III-2025

Hal tersebut dilakukan sebagai upaya mempersiapkan dorongan pertumbuhan pendanaan yang lebih sehat, keberlanjutan, dan berbasis kepercayaan.

"Tujuannya adalah mendorong pertumbuhan pendanaan yang lebih sehat, berkelanjutan, dan berbasis kepercayaan," ujarnya.

Di sisi lain, Gunawan mengatakan bahwa ICX akan berfokus pada sektor pendanaan yang memiliki fundamental kuat dan arus kas yang stabil, seperti sektor B2B dan sektor defensif karena dianggap resilien terhadap gejolak ekonomi dan miliki profil risiko lebih terukur.

Gunawan juga menegaskan bahwa keberlanjutan industri securities crowdfunding ke depan tidak ditentukan oleh banyaknya proyek yang ditawarkan, melainkan kualitas penerbit, tata kelola yang baik, serta kepercayaan yang dibangun secara konsisten antara penyelenggara, penerbit, dan investor.

Baca Juga: ICX Tak Menutup Kemungkinan Lakukan Pendanaan Publik untuk Program Pemerintah

Selanjutnya: PRAY Targetkan Buka Rumah Sakit Baru Berkapasitas 200 Tempat Tidur pada 2026

Menarik Dibaca: Cara Mudah Mencari Tambahan Penghasilan untuk Kebutuhan yang Mendesak

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×