Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) menyalurkan pembiayaan sekitar Rp 601,4 miliar untuk mendukung pengembangan infrastruktur digital dan layanan kesehatan.
Pembiayaan tersebut dialokasikan untuk pembangunan pusat data hyperscale di Bekasi, Jawa Barat, serta Medan Heart Center di Medan, Sumatera Utara.
Untuk sektor digital, IIF berpartisipasi dalam fasilitas pinjaman sindikasi senilai US$ 20 juta atau setara Rp 358,3 miliar kepada PT Digital Gayana Ekagrata (DGE).
Baca Juga: NPL Bank Mandiri Turun Jadi 0,98% pada Kuartal III 2026
Dana tersebut digunakan untuk mendukung pengembangan tahap pertama GAIA Campus, pusat data hyperscale yang berlokasi di Greenland International Industrial Center (GIIC), Bekasi.
Tahap pertama proyek tersebut mencakup fasilitas CGK1 dan CGK2 dengan kapasitas gabungan 58,9 megawatt (MW). Kehadiran pusat data ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan infrastruktur digital, termasuk penyimpanan dan pengelolaan data serta layanan berbasis teknologi bagi pelaku usaha.
Pengembangan pusat data hyperscale juga menjadi bagian dari upaya memperkuat infrastruktur pendukung ekonomi digital Indonesia, seiring meningkatnya kebutuhan terhadap kapasitas komputasi dan pengelolaan data.
Sementara itu, IIF menyalurkan fasilitas pembiayaan sebesar Rp 243,11 miliar kepada PT Medan Kardia Indonesia untuk mendukung pengembangan dan operasional Medan Heart Center.
Baca Juga: Masih Jauh dari Target, OJK Catat Rasio Aset Dapen ke PDB 7,86% per Agustus 2026
Rumah sakit khusus jantung tersebut dirancang sebagai rumah sakit kelas B dengan kapasitas minimal 75 tempat tidur.
Proyek ini berdiri di atas lahan seluas sekitar 5.300 meter persegi dengan luas bangunan mencapai 8.000 meter persegi.
Medan Heart Center akan dilengkapi fasilitas diagnostik, intervensi, dan perawatan kardiovaskular.
Kehadiran rumah sakit ini diharapkan memperluas akses layanan spesialis jantung dan pembuluh darah bagi masyarakat Medan dan wilayah lain di Sumatera Utara.
Selain meningkatkan ketersediaan layanan kesehatan spesialis, proyek tersebut diharapkan dapat mengurangi kebutuhan pasien untuk menjalani rujukan jarak jauh serta mendukung layanan kesehatan yang lebih terintegrasi di luar kawasan metropolitan besar.
Baca Juga: Livin’ by Mandiri Catat 4,18 Miliar Transaksi hingga September 2026
Melalui keterangannya Senin (26/10/2026), Presiden Direktur dan CEO IIF Rizki Pribadi Hasan mengatakan, pembiayaan untuk kedua proyek tersebut ditujukan untuk menjawab kebutuhan infrastruktur digital dan memperluas akses terhadap layanan kesehatan berkualitas.
Menurut Rizki, keberhasilan pembiayaan infrastruktur tidak hanya diukur dari penyelesaian proyek, tetapi juga dari nilai jangka panjang dan dampak yang dihasilkan bagi dunia usaha serta masyarakat.
Melalui kedua transaksi tersebut, IIF melanjutkan perannya dalam pembiayaan infrastruktur melalui solusi pendanaan dan layanan advisory.
Pembiayaan ini sekaligus menyasar dua sektor yang berperan dalam mendukung daya saing ekonomi dan peningkatan kualitas layanan publik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














