Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli untuk saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dengan menaikkan target harga dari Rp 6.200 menjadi Rp 6.400 per saham.
Analis BRI Danareksa Sekuritas Victor Stefano dan Nataniella Eva Kezia menjelaskan, kinerja keuangan Bank Mandiri pada kuartal III-2026 melampaui ekspektasi. Pertumbuhan pendapatan nonbunga dan efisiensi biaya mampu mengimbangi tekanan margin bunga bersih (net interest margin/NIM).
Bank Mandiri membukukan laba bersih sebesar Rp 15,1 triliun pada kuartal III-2026, tumbuh 1% secara kuartalan dan 14% secara tahunan (year on year/YoY). Dengan demikian, laba bersih selama sembilan bulan pertama 2026 mencapai Rp 45,5 triliun, meningkat 21% YoY.
Baca Juga: Laba Bank Mandiri Tumbuh 20,7% per September 2026, Begini Kata Analis
Realisasi tersebut setara dengan 79% dari proyeksi laba Bank Mandiri untuk tahun buku 2026 versi BRI Danareksa Sekuritas dan 80% dari konsensus analis.
Meski demikian, pendapatan bunga bersih atau net interest income (NII) Bank Mandiri turun 4% secara kuartalan menjadi Rp 22 triliun pada kuartal III-2026, meskipun masih tumbuh 3% YoY.
Penurunan ini terjadi seiring penyusutan NIM pada level bank saja sebesar 34 basis poin secara kuartalan menjadi 3,9%. Kenaikan biaya dana (cost of fund/CoF) sebesar 30 basis poin menjadi 2,3% melampaui kenaikan imbal hasil kredit sebesar 12 basis poin menjadi 7%.
Tekanan tersebut tertahan oleh pertumbuhan pendapatan nonbunga sebesar 10% secara kuartalan dan 13% YoY.
Pendapatan treasury tumbuh 28% secara kuartalan dan 40% YoY, sedangkan pendapatan komisi berulang atau recurring fee meningkat 8% secara kuartalan dan 13% YoY.
Dari sisi efisiensi, beban operasional selama sembilan bulan pertama 2026 turun 2% YoY. Kondisi ini mendorong perbaikan rasio biaya terhadap pendapatan atau cost to income ratio (CIR) menjadi 38%, turun 580 basis poin dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Baca Juga: Livin’ by Mandiri Catat 4,18 Miliar Transaksi hingga September 2026
BRI Danareksa Sekuritas juga menyoroti perubahan komposisi kredit Bank Mandiri. Total kredit tumbuh 1% secara kuartalan dan 15% YoY menjadi Rp 1.694 triliun.
Kredit kepada pihak berelasi turun 4% secara kuartalan setelah mencapai puncaknya pada kuartal II-2026. Sementara itu, kredit segmen usaha kecil dan menengah (UKM) tumbuh 6,6% secara kuartalan, sedangkan kredit komersial meningkat 2,5%.
Di sisi kualitas aset, rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) tercatat stabil di level 1%. Namun, rasio kredit berisiko (loan at risk/LaR) naik 74 basis poin secara kuartalan menjadi 6,8%.
Kenaikan LaR tersebut seiring bertambahnya kredit yang direstrukturisasi sebesar Rp 16,3 triliun secara kuartalan.
"Peningkatan terutama berasal dari eksposur terhadap sektor konstruksi dan logistik badan usaha milik negara (BUMN) sebesar Rp 13 triliun–Rp 14 triliun," sebut Victor dan Nataniella dalam riset 26 Oktober 2026.
Rasio biaya kredit atau cost of credit (CoC) juga meningkat menjadi 0,7% pada kuartal III-2026. Sementara itu, cakupan pencadangan terhadap LaR turun menjadi 35,1%, dari 40,5% pada kuartal II-2026.
Meski demikian, BRI Danareksa Sekuritas menjelaskan, prospek pertumbuhan kredit dan efisiensi biaya yang lebih baik menjadi alasan untuk meningkatkan proyeksi laba Bank Mandiri.
Manajemen Bank Mandiri menaikkan panduan pertumbuhan kredit 2026 menjadi 9%–11%, dari sebelumnya 7%–9%. Kenaikan ini didukung oleh prospek penyaluran kredit yang terlihat, penetapan harga kredit yang lebih baik, serta perbaikan komposisi kredit kepada pihak berelasi dan nonberelasi.
Di sisi lain, panduan CIR 2026 diturunkan menjadi 37%–39%, dari sebelumnya 39%–41%. Perubahan tersebut didukung perkiraan beban operasional yang relatif datar pada 2026 dan pertumbuhan beban operasional satu digit rendah pada 2027.
Manajemen tetap mempertahankan panduan NIM sebesar 4,3%–4,5%. Kredit baru diperkirakan memiliki tingkat bunga 100–200 basis poin di atas rata-rata portofolio kredit yang sudah ada.
Sementara itu, panduan CoC sebesar 0,6%–0,8% telah memperhitungkan pencadangan sebesar 10%–15% atas eksposur konstruksi dan logistik BUMN senilai Rp 13 triliun–Rp 14 triliun.
Dengan mempertimbangkan pertumbuhan kredit yang lebih kuat dan efisiensi biaya yang lebih baik, BRI Danareksa Sekuritas menaikkan proyeksi laba bersih Bank Mandiri untuk 2026–2027 sebesar 2%–4%.
Baca Juga: DP 0% Diperpanjang hingga 2027, Kredit Kendaraan Bermotor Masih Lesu
Target harga saham BMRI sebesar Rp 6.400 didasarkan pada metode five-year inverse cost of equity sebesar 11,6% dan tingkat pertumbuhan terminal 3%, yang menghasilkan nilai wajar rasio harga terhadap nilai buku (price to book value/PBV) sebesar 1,9 kali.
Meski mempertahankan rekomendasi beli, BRI Danareksa Sekuritas mencatat sejumlah risiko terhadap prospek Bank Mandiri, yakni kenaikan biaya pendanaan, memburuknya kualitas aset, ketidakpastian makroekonomi, serta arus dana keluar investor asing (foreign outflow).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














