kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   -50.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Imbal hasil dana pensiun diprediksi stabil


Rabu, 07 Februari 2018 / 18:24 WIB
ILUSTRASI. Ilustrasi Untuk Dana Pensiun di Hari Tua


Reporter: Tendi Mahadi | Editor: Sofyan Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri dana pensiun berpeluang meraih kinerja investasi yang lebih baik di tahun ini. Meski begitu, pengelola dana pensiun bersikap lebih realistis dalam mengejar imbal hasil.

Direktur Eksekutif Asosiasi Dana Pensiun Indonesia (ADPI) Bambang Sri Muljadi memperkirakan pertumbuhan imbal hasil investasi dari dana pensiun tahun ini tak akan berbeda jauh dari capaian tahun 2017. Meski bisa saja sedikit di atas capaian tahun sebelumnya.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, sampai akhir tahun lalu return on investment (RoI) dari pelaku usaha dana pensiun mencapai 7,4%. Nah untuk tahun ini ia memperkirakan RoI industri masih akan berada di rentang 7% hingga 8%.

Ada beberapa faktor yang membuat besaran imbal hasil yang didapat dana pensiun tak bergerak terlalu banyak. "Di antaranya karena kewajiban investasi di surat berharga negara dan tren dari bunga deposito," ujarnya.

Potensi imbal dari instrumen obligasi pemerintah memang lebih terbatas ketimbang sejumlah instrumen lain. Sehingga kewajiban untuk mengalokasikan investasi sebesar 30% ke keranjang tersebut tentunya bakal berdampak bagi kinerja investasi dana pensiun.

Di sisi lain, pengelola dana pensiun memang bisa mencoba mencari imbal hasil lebih tinggi dari transaksi saham. Namun menurutnya jumlahnya cukup terbatas. "Karena memang sebagian besar dana pensiun lebih mempriotitaskan kestabilan dalam jangka panjang," ungkapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×