kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   27.000   0,96%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

Imbal hasil investasi dapen merosot


Selasa, 07 Januari 2014 / 11:26 WIB
Imbal hasil investasi dapen merosot
ILUSTRASI. David da Silva, stiker Persib Bandung, salah satu top skor BRI Liga 1 2022/2023


Reporter: Benediktus Krisna Yogatama | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Terkoreksinya pasar modal memang berdampak negatif ke beberapa bidang. Tak terkecuali iktu menggerus imbal hasil investasi di industri dana pensiun.

Gatut Subadio, Ketua Asosiasi Dana Pensiun Indonesia (ADPI) mengatakan bahwa sepanjang 2013, imbal hasil investasi atau return of investment (ROI) dari investasi di industri dana pensiun melandai. "Hampir 70% dana investasi industri dana pensiun itu ada di pasar modal. Jadi dengan terkoreksinya pasar modal, juga turut menurunkan imbal hasil," terang Gatut pada KONTAN pada Minggu (5/1).

Ia mengaku belum mendapat angka pasti besar nilai investasi paska terkoreksi. Namun ia mengatakan akan terjadi penurunan 5%-8%.

Adapun portofolio investasi industri dana pensiun sepanjang 2013 adalah reksadana 5%-6%, deposito 23%-24%, obligasi korporasi 23%-25%, surat utang negara 21%, saham 17%, penyertaan langsung 3%, properti 3%-4%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×