kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45725,83   16,46   2.32%
  • EMAS914.000 0,11%
  • RD.SAHAM 0.55%
  • RD.CAMPURAN 0.20%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Imbas virus corona dan faktor domestik, BCA bidik pertumbuhan kredit 5%-7% di 2020


Kamis, 20 Februari 2020 / 20:39 WIB
Imbas virus corona dan faktor domestik, BCA bidik pertumbuhan kredit 5%-7% di 2020
ILUSTRASI. Direksi dan komisaris BCA saat paparan kinerja di Jakarta (20/2/2020).

Reporter: Anggar Septiadi | Editor: Herlina Kartika

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sepanjang tahun lalu, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dapat meraih performa yang mumpuni. BCA berhasil meraih laba Rp 28,5 triliun, tumbuh 10,5% dari tahun 2018. Sayangnya, tahun ini bank swasta terbesar di tanah air ini tak bakal terlalu ekspansif, BCA cuma membidik pertumbuhan kredit 5%-7%.

Sepanjang 2019 lalu, BCA berhasil menyalurkan kredit Rp 603,4 triliun dengan pertumbuhan 9,5%. Sementara penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) senilai Rp 704,7 triliun dengan pertumbuhan 11,0%.

Baca Juga: BCA raup laba bersih Rp 28,5 triliun sepanjang 2019

Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja menjelaskan ada sejumlah faktor, terutama soal penyebaran virus corona atau Covid-19 bakal jadi tantangan penyaluran kredit BCA tahun ini.

“Kalau bisa cepat diatasi, dalam satu bulan hingga dua bulan kami belum khawatir. Namun kalau ini tentu akan berdampak, tak cuma untuk kami melainkan juga industri perbankan (secara umum),” katanya saat paparan kinerja, Kamis (20/2) di Jakarta.

Meskipun diakui Jahja hingga kini penyebaran Covid-19 sejatinya belum dapat diukur dampaknya. Namun secara jangka panjang, ia yakin penghentian produksi di China akibat Covid-19 bakal berdampak buruk.

Jahja menjelaskan dalam jangka pendek, sebagian perusahaan masih dapat mengandalkan persediaan yang dimiliki untuk mengatasi penghentian produksi di China. Makanya ketika penghentian produksi berlarut, dan perusahaan kehabisan persediaan tanpa dapat menemukan pemasok anyar maka kegiatan ekonomi akan langsung terpukul.

“Dampak ke bisnis sebenarnya banyak variabel, di satu sisi misalnya di industri tekstil dan garmen dengan adanya lockdown di China artinya impor dari China akan berkurang, dan pelaku lokal bisa ambil kesempatan. Tiap industri juga akan merespon dengan berbeda,” jelasnya.

Baca Juga: BCA akan merger Rabobank dengan BCA Syariah?

Selain soal penyebaran Covid-19 Jahja juga menyoroti sejumlah kasus industri keuangan juga bakal jadi momok bagi pelaku industri dan selanjutnya juga akan berdampak ke penyaluran kredit perbankan.

“Kami tidak berani menargetkan pertumbuhan kredit tinggi, mungkin akan dijaga di kisaran 5%-7%. Karena adapula masalah di pasar modal, reksadana dan sejumlah perusahaan asuransi juga bermasalah. Kami saat ini tengah memantau dampaknya ke nasabah-nasabah BCA,” jelas Jahja.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.


TERBARU

[X]
×