Reporter: Ferry Saputra | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tren digitalisasi yang berkembang pesat, ternyata turut menjadi perhatian industri gadai. Perkumpulan Perusahaan Gadai Indonesia (PPGI) menyampaikan digitalisasi bagi industri gadai begitu penting dalam menjalankan bisnis, terlebih untuk menggaet minat nasabah segmen Milenial.
"Digitalisasi sangat diperlukan untuk pengembangan bisnis pergadaian, karena nasabah yang Milenial menghendaki layanan yang digital," ujar Sekretaris PPGI Holilur Rohman kepada Kontan, Kamis (30/4).
Namun, Holilur mengatakan belum semua perusahaan gadai menerapkan digitalisasi. Dia bilang ada sejumlah tantangan yang menyelimuti, seperti masih terbatasnya kualitas sumber daya manusia, penyediaan dana atau anggaran.
Baca Juga: Zurich Life Beberkan Tantangan yang Bisa Pengaruhi Laba pada Tahun Ini
Holilur juga bilang biasanya penyelenggara gadai menggunakan digitalisasi untuk sistem operasional dan keuangan perusahaan, promosi di media sosial, hingga membuat aplikasi untuk nasabah seperti Tring! di PT Pegadaian.
Meski digitalisasi penting, Holilur menyebut kantor cabang juga memiliki peran yang tak kalah penting. Dia meyakini kantor cabang akan tetap eksis karena pinjaman dengan sistem gadai tetap ada.
"Sebab, penyerahan fisik barang jaminan dan tatap muka dengan nasabah harus melalui kantor cabang," ucap Holilur.
Senada dengan PPGI, perusahaan pergadaian swasta PT Budi Gadai Indonesia asal Sumatera Utara (Sumut) juga menilai digitalisasi begitu penting di era saat ini. Terlebih, diterapkan untuk memantau semua kegiatan operasional perusahaan.
"Menurut kami, pasti penting, apalagi cabang perusahaan terus bertambah. Hal itu juga menjadi kebutuhan kami untuk bisa memantau semua kegiatan dengan cepat dan akurat," ungkap Direktur PT Budi Gadai Indonesia Budiarto Sembiring kepada Kontan.
Namun, Budiarto menyampaikan sistem digitalisasi akan terus diperbaharui pihaknya, sehingga makin lebih baik dalam mendukung proses bisnis. Di sisi lain, dia menganggap adanya tren digitalisasi bukan semata-mata bisa meredupkan peran kantor cabang perusahaan.
Baca Juga: Tabungan SimPel Bank Mandiri Miliki 966.000 Rekening per Maret 2026
Budiarto menyampaikan bahwa digitalisasi berperan sebagai pendukung bagi perusahaan, khususnya dalam proses transaksi dan media informasi untuk nasabah. Dengan demikian, bisa memberitahu mereka bahwa perusahaan memberikan kemudahan-kemudahan dalam bertransaksi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













