kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45863,16   -14,36   -1.64%
  • EMAS920.000 0,00%
  • RD.SAHAM -1.01%
  • RD.CAMPURAN -0.38%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.08%

Industri perbankan optimistis dapat meningkatkan penyaluran kredit bagi UMKM


Kamis, 10 Juni 2021 / 17:24 WIB
Industri perbankan optimistis dapat meningkatkan penyaluran kredit bagi UMKM
ILUSTRASI. Antrean nasabah di kantor cabang BRI. KONTAN/Carolus Agus Waluyo

Reporter: Amanda Christabel | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah meminta agar bank lebih aktif menyalurkan kredit ke usaha mikro kecil menengah (UMKM). Data dari Bank Indonesia mencatat, penyaluran kredit UMKM semakin menunjukkan perbaikan. Tecermin dari kontraksi UMKM hanya -0,5% year on year (yoy) per April 2021 dibanding bulan sebelumnya tercatat di angka -2,7 yoy.

PT Bank Republik Indonesia Tbk atau BRI kini meletakkan fokus ke sektor UMKM, yang akan ditingkatkan hingga 85%. Aestika Oryza Gunarto, Sekretaris Perusahaan BRI mengatakan, saat ini terdapat 57 juta pelaku UMKM di Indonesia, dan 18 juta diantaranya belum terlayani samasekali oleh perbankan. Fokus BRI akan mengarah ke 18 juta pelaku UMKM yang belum terlayani tersebut. Secara umum BRI menargetkan pertumbuhan kredit untuk tahun ini berada di kisaran 7% year on year (yoy).

Tercatat, hingga akhir kuartal pertama 2021, BRI telah menyalurkan kredit sebesar Rp 914,19 triliun. Porfotolio kredit UMKM BRI tahun ini tercatat sebesar 80,60% dari seluruh penyaluran kredit BRI. Angka ini meningkat dibanding periode yang sama tahun lalu, di mana komposisi kredit UMKM BRI tercatat 78,31%. Porsi kredit UMKM BRI tersebut akan terus merangkak naik dan perseroan menargetkan angka ini akan mencapai 85%.

Baca Juga: Ini empat metode kolaborasi yang bisa dilakukan bank dan fintech

“Dua strategi utama BRI dalam pemberdayaan UMKM di Indonesia yakni pertama menaikkan kelas pelaku UMKM di Indonesia, dari mikro menjadi kecil dan kecil menjadi menengah. Strategi kedua yakni BRI terus mencari sumber pertumbuhan baru sehingga BRI akan menyalurkan pinjaman ke segmen yang lebih kecil lagi (ultra mikro),” terang Aestika kepada Kontan, Rabu (9/6).

Saat ini BRI tengah menyiapkan strategi go smaller (pinjaman lebih kecil), go shorter (dengan tenor yang pendek), dan go faster (melalui proses digitalisasi, sehingga mempercepat proses kredit).

Hasil riset yang dihimpun BRI, faktor utama yang mendorong pertumbuhan kredit adalah konsumsi dan daya beli masyarakat. Maka, untuk memacu pertumbuhan kredit terhadap UMKM, BRI menjadi rekan strategis pemerintah dalam menyalurkan berbagai bantuan stimulus.

“Dengan berbagai stimulus tersebut diharapkan dapat meningkatkan konsumsi dan daya beli masyarakat, sehingga mampu meningkatkan permintaan kredit nasional. Strategi ‘Business Follow the Stimulus’ tersebut akan kami fokuskan kepada UMKM, melalui kredit yang dijamin (KUR). Di tengah kondisi yang menantang, BRI berkomitmen menjaga pertumbuhan kredit tetap harus berkualitas,” tandas Aestika.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU
Kontan Academy
Panduan Cepat Maximizing Leadership Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale

[X]
×