Reporter: Ade Priyatin | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejumlah pemain industri pegadaian mulai melihat adanya tren peningkatan permintaan untuk segmen barang mewah.
Misalnya, PT ValueMax Indonesia kini mulai menerima jaminan dalam bentuk jam tangan merek Rolex dengan sewa modal bunga sebesar 2% per bulan dan tas branded merek Hermes untuk seri eksklusif maupun eksotis dengan sewa modal bunga 4% per bulan.
Selain itu meski belum melayani gadai barang mewah, tetapi PT Budi Gadai Indonesia kini menerima jaminan perhiasan dalam bentuk berlian dengan besaran bunga yang diterapkan adalah 3% untuk tenor 30 hari.
Baca Juga: QRIS Tap Diperluas, Pembayaran Transportasi Publik Kian Terintegrasi
Kendati begitu, fenomena ini tidak serta-merta menunjukkan bahwa ekonomi kelompok masyarakat kelas atas yang kerap memiliki benda mewah sedang tertekan.
Head of Macroeconomic and Financial Market Research Permata Bank Faisal Rachman mengatakan bahwa tren ini bisa saja mencerminkan perubahan perilaku finansial masyarakat berpendapatan tinggi.
Kelompok ini umumnya memiliki aset bernilai tinggi yang relatif likuid sehingga dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek.
"Fasilitas gadai dapat dimanfaatkan sebagai instrumen untuk memperoleh dana tunai secara cepat tanpa harus menjual aset tersebut," ujarnya kepada Kontan, Kamis (30/7/26).
Selain itu, masyarakat kini mulai menyadari nilai barang-barang premium yang tidak hanya sebagai koleksi saja, melainkan bisa dimanfaatkan sebagai sumber pendanaan yang efisien.
Senada dengan itu, Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet justru menilai bahwa adanya kemungkinan kalau sebagian masyarakat kelas atas sedang mengalami tekanan likuiditas.
Hal ini karena banyak aset mereka yang tersimpan dalam bentuk properti, bisnis, atau investasi jangka panjang sehingga tidak mudah dicairkan. Karena itu, gadai menjadi salah satu alternatif untuk memperoleh dana cepat tanpa harus menjual aset utama.
Baca Juga: Tren Gadai Barang Mewah di Gadai ValuMax Mulai Meningkat
Selain itu, ia juga menyebut bahwa perkembangan layanan gadai barang mewah menjadi indikasi bahwa masyarakat mulai melihat aset sebagai sumber likuiditas dan dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan jangka pendek atau modal usaha.
"Masyarakat mulai melihat aset tersebut sebagai sumber likuiditas yang bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan jangka pendek atau modal usaha," tegasnya.
Dari sisi pelaku industri, Direktur Utama PT Gadai ValueMax Indonesia Brian Wiraatmadja menegaskan bahwa meningkatnya transaksi gadai barang mewah lebih mencerminkan strategi pengelolaan keuangan dibandingkan persoalan likuiditas.
Menurutnya, masyarakat kini semakin memahami bahwa gadai merupakan instrumen pembiayaan yang praktis. Selama aset masih bisa ditebus, menggadaikan barang dinilai lebih efisien dibanding melepas kepemilikan barang.
Hal serupa juga disampaikan oleh Direktur PT Budi Gadai Indonesia Budiarto Sembiring. Ia berkata kalau fenomena ini tidak langsung mencerminkan tekanan likuiditas kelompok masyarakat kelas atas, tetapi gadai kini jadi alternatif pembiayaan jangka pendek yang cepat dan praktis tanpa harus menjual aset yang dimiliki.
Kendati demikian, Faisal dan Yusuf mengingatkan bahwa jika tren ini terus menunjukkan peningkatan dalam jangka panjang dan disertai pelemahan indikator lainnya, maka fenomena ini harus menjadi salah satu sinyal yang perlu dicermati lebih lanjut.
Baca Juga: Bank Mandiri Salurkan KUR Rp 21,41 Triliun terhadap 162.000 UMKM di Semester I 2026
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













