Reporter: Belva Safina | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri pinjaman daring (pindar) masih memiliki daya tarik sebagai salah satu sektor penempatan dana bagi investor di tengah tantangan kualitas kredit.
Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) melihat peluang tersebut tidak terlepas dari peran pindar dalam memenuhi kebutuhan pembiayaan yang belum sepenuhnya dijangkau oleh sektor keuangan konvensional.
Ketua Umum AFPI, Kuseryansyah, mengatakan hal ini didorong oleh besarnya pasar pindar dalam menjembatani kesenjangan kredit di Indonesia.
Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), outstanding pindar per Agustus 2026 mencapai Rp 106,94 triliun atau tumbuh 22,07% secara tahunan.
“Pertumbuhan ini menunjukkan tingginya kebutuhan pembiayaan masyarakat yang dipenuhi oleh industri pindar,” ujarnya kepada Kontan, Selasa (6/10/2026).
Baca Juga: OJK: 19 dari 24 Perusahaan Penjaminan Sudah Penuhi Modal Minimum
Mengenai struktur pendanaanya, Kuseryansyah menyebut perbankan mendominasi sumber pendanaan pindar pada April 2026 dengan porsi 75,59% atau sekitar Rp 66,25 triliun.
Adapun, Ia menjelaskan, tantangan utama industri saat ini adalah memastikan pertumbuhan penyaluran beriringan dengan peningkatan kualitasnya.
Untuk itu, AFPI terus mendorong platform P2P lending agar lebih selektif dan memperketat credit scoring agar penyaluran tepat sasaran dan sesuai profil risiko peminjam (borrower).
Di sisi lain, ia mengatakan AFPI juga mengimbau para lender untuk lebih cermat sebelum menempatkan dana. Beberapa hal penting yang perlu diperhatikan mencakup legalitas dan kepatuhan platform, kualitas serta diversifikasi portofolio pinjaman, profil dan kemampuan bayar borrower, tingkat risiko, hingga tata kelola dan mekanisme perlindungan dana.
Oleh karena itu, ke depan AFPI akan terus memperkuat tata kelola dan manajemen risiko, termasuk dalam menjaga kualitas portofolio dan memastikan penerapan prinsip kehati-hatian, sehingga dapat meningkatkan kepercayaan lender serta mendorong minat mereka untuk menempatkan dananya secara berkelanjutan di industri pindar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














