kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.759.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 18.060   60,00   0,33%
  • IDX 5.712   -229,00   -3,85%
  • KOMPAS100 754   -31,23   -3,98%
  • LQ45 569   -20,25   -3,44%
  • ISSI 198   -7,82   -3,80%
  • IDX30 323   -11,27   -3,38%
  • IDXHIDIV20 401   -10,77   -2,61%
  • IDX80 85   -3,45   -3,89%
  • IDXV30 110   -3,61   -3,18%
  • IDXQ30 105   -3,27   -3,03%

Inflasi bakal kerek BI Rate 0,25%


Kamis, 10 Maret 2011 / 10:13 WIB
ILUSTRASI. Logo Superindo


Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Adi Wikanto

JAKARTA. Ekonom Bank Danamon, Anton Hendrata meramalkan Bank Indonesia (BI) bakal kembali menaikkan suku bunga acuan atawa BI rate di tahun ini. Kenaikan itu mencapai 0,25% sehingga BI rate bisa menembus 7%. Hal itu merupakan dampak tekanan inflasi dari sektor minyak.

Anton menjelaskan, krisis politik dan kerusuhan di Timur Tengah bakal mengganggu suplay minyak dunia. Akibatnya, harga minyak akan naik, sehingga mengatrol kenaikan harga barang lainnya. Hal ini mengingat minyak adalah sumber energi di seluruh industri.

Ia memperkirakan, inflasi inti akan bergerak menuju 5%-5% setelah naik 18 basis poin (bps) menjadi 4,36% di Februari kemarin. Selain itu, inflasi tahunan bakal menembus 7,2% di akhir tahun 2011. "Dari tren pergerakan inflasi itu, BI rate akan naik jadi 7% pada bulan Juli 2011 atau bahkan bisa lebih cepat lagi," ujar Anton, Kamis (10/3).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×