Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Yudho Winarto
JAKARTA. Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mengatakan infrastruktur dan konsumsi merupakan dua sektor yang diprediksi mendorong disbursment kredit pada November sampai Desember 2016 ini.
Kepala Group Risiko Perekonomian dan Sistem Keuangan LPS, Dody Arifianto mengatakan disbursment kredit dari dua sektor tersebut diperkirakan membuat target pertumbuhan kredit regualator sebesar 8% sampai 9% secara tahunan atau year on year (yoy) akan tercapai.
“Disbursment kredit didorong dari sektor terkait infrastruktur pemerintah dan konsumsi,” ujar Dody kepada KONTAN, Selasa (27/12).
Terkait dengan infrastrukur pemerintah, di beberapa daerah menuut Doddy sudah mulai kencang pembangunannya. Hal ini mau tidak mau membutuhkan bantuan dari subkontraktor swasta untuk prosesnya
Bank diprediksi juga akan banyak memberikan kredit kepada beberapa subkontraktor ini menjelang akhir tahun ini. Selain itu, terkait dengan disbursment kredit konsumsi, menurut Dody didorong relaksasi loan to value (LtV) yang dilakukan Bank Indonesia pada Agustus 2016 lalu.
Pada tahun depan dengan prediksi ekonomi lebih baik yaitu 5,3% yoy atau naik dari tahun ini sebesar 5% yoy bisa mendorong disburment kredit lebih kencang. Apalagi, harga beberapa komoditas seperti batubara, logam, CPO dan karet sudah mulai membaik
Oleh karena itu pada tahun depan Doddy memperkirakan pertumbuhan kredit akan berada diangka 9% sampai 10% yoy. Selain infratruktur dan konsumsi, pada tahun depan bank akan lebih melakukan diversifikasi dalam penyaluran kredit pada sektor yang dipandang masih lesu pada tahun ini.
Beberapa sektor tersebut diantaranya adalah perkebunanan dan batuabra, wholesale dan manufaktur. Secara umum, pada tahun 2016 yang membuat pertumbuhan kredit akan lambat menurut Dody, adalah sektor modal kerja dan investasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













