kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45823,04   -9,71   -1.17%
  • EMAS948.000 -0,52%
  • RD.SAHAM -0.61%
  • RD.CAMPURAN -0.21%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Ini antisipasi bank dan regulator soal risiko outsourcing teknologi informasi


Rabu, 23 Juni 2021 / 19:45 WIB
Ini antisipasi bank dan regulator soal risiko outsourcing teknologi informasi
ILUSTRASI. Nasabah generasi milenial mencoba fitur baru Mobile Banking Bank BTN usai re-launching layanan Mobile Banking Bank BTN di Jakarta, Jumat (7/2). ./pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/07/02/2020.

Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tren pengembangan digital banking yang dilakukan perbankan saat ini akan membuka banyak kesempatan outsourcing di bidang teknologi informasi. Pasalnya, kerjasama outsourcing akan membuat biaya yang ditanggung bank lebih murah dalam melakukan sebuah inovasi. 

Namun, kebijakan outsourcing di bidang teknologi informasi  memunculkan berbagai resiko seperti resiko strategis, resiko operasi, resiko regulasi dan kepatuhan reputasi, dan resiko konsentrasi. Lalu bagaimana perbankan mengantisipasi resiko tersebut?

Direktur Operation, IT dan Digital Banking BTN Andi Nirwoto mengatakan, kerjasama pengadaan teknologi informasi dengan pihak ketiga atau outsourcing hal yang lumrah dilakukan apabila ada ketidakseimbangan antara kebutuhan dan ketersediasn skill yang dimiliki sebuah perusahaan. 

Baca Juga: Berkah pandemi, transaksi dompet digital meningkat

"Hal ini tidak terhindarkan di masa saat ini dimana kebutuhan sangat demanding dan dinamis. Kondisi ini di era Digital akan terus berkembang atau memiliki potensi luas," katanya pada KONTAN, Rabu (23/6).

Untuk memitigasi resiko, outsourcing yang dilakukan BTN lebih sebagai pelengkap. Misalnya, untuk pengembangan-pengembangan aplikasi tertentu seperti aplikasi surrounding atau channels tertentu dan maintenance infrastruktur atau operasional. 

Selain itu, lanjut Andi, kontrol people dan sumber program tetap dilakukan oleh internal BTN. Lingkungan outsorcing ini juga dibatasi yakni dalam lingkungan development.  Untuk maintinance support dilakukan pembatasan akses dan diawasi oleh supervisor dari pihak internal BTN.

Triyono Gani Kepala Grup Inovasi Keuangan Digital OJK mengatakan, saat ini tengah berlangsung era ekonomi berbagi dimana misalnya perusahaan yang tidak memiliki ojek tetapi bisa menjadi perusahaan transportasi.  Itu juga sudah berlaku di industri keuangan dan itu dilakukan lewat outsourcing sehingga ke depan outsourcing akan jadi tren di perbankan agar bisa bergerak lincah. 

Baca Juga: Industri masih kontraksi, sederet bank ini catatkan pertumbuhan kredit pada bulan Mei

Hanya saja, lanjutnya, OJK menekankan pada perbankan untuk mengedepankan manajemen risikonya, mulai dari bagaimana memilih vendor dan bagaimana melindungi datanya.

"OJK sudah punya peraturan dalam menghadapi perkembangan digital, termasuk outsourcing misalnya melalui POJK Management Resiko Teknologi Informasi," kata Triyono. 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×