kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS1.135.000 -0,09%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Ini cara Koperasi Keling Kumang Group meningkatkan bisnis tahun ini


Senin, 22 Januari 2018 / 16:11 WIB
Ini cara Koperasi Keling Kumang Group meningkatkan bisnis tahun ini


Reporter: Maizal Walfajri | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Koperasi Keling Kumang Group asal Kalimantan Barat tak agresif menargetkan pertumbuhan bisnis tahun 2018 ini. Tahun lalu, grup koperasi ini mengalami pertumbuhan 10%. 

Keling Kumang Group yang awalnya berbasis simpan pinjam memiliki lima usaha yang sudah di-spin off yakni Koperasi Kredit (CU) Keling Kumang, Yayasan Keling Kumang, Koperasi Konsumen Lima Dua (K-52), Koperasi Produsen Tujuh Tujuh (K77), dan Koperasi Jasa Ladja Tampun Juah.

Managing Director Keling Kumang Group Yohannes Rumpak menyatakan, pertumbuhan tahun lalu termasuk loyo.

"Karena kita tergantung terhadap harga komoditas karet, tapi kita tetap tumbuh 10%. Pada 2018, kita berharap dapat tumbuh di atas 10%, karena harga karet masih belum membaik," ungkap Yohanes kepada Kontan.co.id pada Senin (22/01).

Koperasi Keling Kumang Group saat ini memiliki anggota 168.000 orang. Pada 2017 koperasi mencatatkan aset sebesar Rp 1,3 triliun, pinjaman beredar Rp 800 miliar, dengan simpanan yang terhimpun mencapai 82% dari aset.

Namun, pada 2018, Yohanes belum merinci target yang hedak dicapai oleh koperasi sepanjang tahun.

Koperasi Produsen Tujuh Tujuh (K77) akan menjadi fokus utama dari Keling Kumang Group. "Simpan pinjam setelah kita refleksi tidak mudah berjalan. Yang sudah bagus itu petani Aren yang mampu memproduksi 2 ton per bulan," papar Yohanes.

Yohanes menyatakan, akan meningkatkan produksi koperasi melalui peningkatkan jumlah petani aren yang dibina. Bila saat ini ada 2.000 petani aren yang dimodali dan bimbing, 2018 ini targetnya ada pertambahan 2.000 petani aren lagi. Selain itu pada 2018, Keling Kumang Group meminta agar para petani sawit mampu meningkatkan produksi dari 1 ton - 2 ton menjadi 2,7 ton- 3,8 ton per bulan.

"Program sawah Jokowi bagus tapi ada kekurangan, seharusnya juga ada pelatihan agar dapat mengelola sawah dengan baik. Selain itu seharusnya padi tersebut dibeli oleh pemerintah. Atau kita K77 sangat siap untuk membeli dan berkolaborasi untuk pendampingan petani. Pasar kita juga sudah siap melalui K52," ujar Yohanes.

Yayasan Keling Kumang kini memiliki Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sudah berdiri sejak 2007. Pada tahun ini, Keling Kumang akan memfokuskan pada peningkatan kuantitas dan kualitas siswa. Kini terdapat 894 orang siswa untuk tahun ajaran 2017/2018.

Garap Ecowisata

Melalui usaha Koperasi Jasa Ladja Tampun Juah, pada 2017 Keling Kumang luncurkan Ladja Hotel dengan 20 kamar dengan investasi Rp 8 miliar. Tingkat okupansi hotel, menurut Yohanes mencapai 60%. Tahun ini, Keling Kumang menargetkan dapat mencapai okupansi 70-80%. 

"Selain itu kita sedang mengembangkan ecowisata dan ecobudaya. Saat ini sudah ada 48 bilik homestay di kawasan Hutan Adat Sungai Utik. Juga ada 4 kamar di kawasan Lubuk Lantang, Kalimantan Barat. Akhir januari akan kita resmikan," tutur Yohanes.

Yohanes mengaku adanya peluang yang besar melalui bisnis perhotelan dan juga ecowisata dan ecobudaaya ini. Ia berharap dapat mencapai target pertumbuh bisnis Koperasi Jasa Ladja Tampun Juah hingga 30% di 2018.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Efficient Transportation Modeling (SCMETM) Supply Chain Management on Distribution Planning (SCMDP)

[X]
×