Reporter: Ferry Saputra | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Data statistik Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, Return on Investment (RoI) industri Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) mencapai 6,78% per November 2025. Angkanya naik cukup tinggi, dibandingkan posisi per November 2024 yang sebesar 5,56%.
Mengenai hal itu, Asosiasi Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) menilai kenaikan RoI didorong kondisi pasar Surat Berharga Negara (SBN) yang stabil dan performa yield atau imbal hasil obligasi yang optimal sepanjang 2025.
Baca Juga: Hadapi Risiko Lingkungan, MPM Insurance Perkuat Lini Proteksi Properti dan Kendaraan
"Selain itu, pengelolaan aset yang lebih aktif, serta penempatan deposito pada tingkat suku bunga yang kompetitif turut mendongkrak hasil investasi secara keseluruhan," ungkap Ketua Umum Asosiasi DPLK Tondy Suradiredja kepada Kontan, Rabu (4/2).
Untuk 2026, Tondy memproyeksikan RoI industri DPLK tetap stabil di kisaran 6,5% hingga 7%. Guna mendorong kinerja RoI, dia mengatakan DPLK perlu menerapkan metode Life Cycle Fund, terutama bagi peserta usia muda.
"Dengan metode itu, peserta muda diarahkan pada instrumen dengan imbal hasil tinggi, yang secara otomatis akan bergeser ke instrumen aman seiring bertambahnya usia demi menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan keamanan dana," tuturnya.
Secara keseluruhan, data OJK mencatat, industri dana pensiun membukukan angka RoI di level 7,34% per November 2025. Angkanya meningkat drastis, jika dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang sebesar 5,43%.
Baca Juga: Alokasi Saham Naik Jadi 20%, Ini Peluang Investasi bagi Dana Pensiun dan Asuransi
Selanjutnya: Nvidia Siap Investasi Lebih dari Rp335 Triliun di OpenAI
Menarik Dibaca: Anak Jadi Tumpuan Orang Tua? Dampak Jangka Panjang Generasi Sandwich
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












