kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Ini strategi BNI genjot penyaluran KUR ke sektor produktif


Selasa, 31 Juli 2018 / 18:16 WIB
ILUSTRASI. PENYALURAN KUR PETANI PERHUTANAN SOSIAL


Reporter: Maizal Walfajri | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank penyalur kredit usaha rakyat (KUR) semakin agresif menggenjot kredit berbunga rendah. Di PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI), penyaluran KUR sepanjang tujuh bulan pertama telah mencapai Rp 9,85 triliun.

Artinya bank bersandi BBNI ini sudah menyalurkan 73,28% dari target tahunan pada Juli 2018. Sebab, pemerintah memberikan jatah KUR pada BNI sepanjang 2018 sebesar Rp 13,44 triliun. Hingga Juli 2018, jumlah debitur KUR BNI mencapai 68.000 orang.

"Peningkatan jumah debitur terjadi karena KUR BNI makin fokus ke sektor pertanian. Sedangkan rasio kredit macet atau NPL masih 0,00 sekian atau kolektibilitasnya masih hampir 100%," ujar General Manager Bisnis Usaha Kecil BNI Bambang Setyatmojo kepada Kontan.co.id, Selasa (31/7).

Meskipun demikian, Bambang menyatakan pihaknya baru merealisasikan kredit dengan bunga 7% ini sebanyak 35% ke sektor produktif. Menurutnya, BNI terus berupaya secara maksimal demi mencapai target penyaluran KUR ke sektor produktif 50%.

"Kami akan menjalankan beberapa strategi seperti fokus penyaluran ke sektor produksi. Menggarap program-program pemerintah sebagai basis pertumbuhan. Antara lain kewirausahaan pertanian Garut dan KUR tani Jawa Timur," tambah Bambang.

Selain itu, Bambang akan melanjutkan melakukan sinergi dengan debitur segmen korporasi dan BUMN di sektor pangan seperti PTPN, Pertani, Perhutani. 

Asal tahu saja, pemerintah meminta 50% penyaluran KUR hendaknya dialirkan ke sektor produktif agar perekonomian semakin mengeliat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×