kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45919,51   10,20   1.12%
  • EMAS1.343.000 -0,81%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Inovasi Agrowisata Bawa Desa Kelawi Raih Penghargaan Desa BRILiaN 2023 dari BRI


Rabu, 17 April 2024 / 16:59 WIB
Inovasi Agrowisata Bawa Desa Kelawi Raih Penghargaan Desa BRILiaN 2023 dari BRI
ILUSTRASI. Kontan - BRI Kilas Online


Reporter: Tim KONTAN | Editor: Ridwal Prima Gozal

KONTAN.CO.ID - Desa Kelawi yang terletak di Kecamatan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan, tidak hanya memiliki keindahan alam, tapi juga inovasi berupa produk agrowisata. Desa itu memiliki daya tarik agrowisata terkenal dengan varietas alpukat dan pisang yang sedang dikembangkan sebagai varietas unggulan. Menariknya, varietas tersebut kini punya hak paten dan sertifikasi.

Melalui BUMDes Kelawi Mandiri, pemerintah Desa Kelawi memaksimalkan potensi agrowisata varietas alpukat yang juga memiliki banyak peminat di pasaran. Ketua BUMDes Untuk meningkatkan potensi tersebut, Ketua BUMDes Kelawi Mandiri Rian Haikal menjelaskan, BUMDes Kelawi Mandiri sedang mengembangkan program “1 KK (Kepala Keluarga), 2 Pohon Alpukat”.

“Lewat program itu, setiap keluarga diminta untuk menanam dua bibit alpukat. Dan untuk membantu pembibitan, desa pun sudah menyediakan green house sendiri. Budi daya alpukat alpukat ini kami lakukan secara masif agar bisa mencukupi kebutuhan pasar,” ujar Ketua BUMDes Kelawi Mandiri, Rian Haikal.

Baca Juga: Tiket Mudik dan Balik Jadi Lebih Hemat dengan Promo Spesial BRI di Traveloka

Selain itu, terdapat juga produk agrowisata lainnya seperti produk olahan pisang dan teri. Kedua produk tersebut juga terus dimaksimalkan oleh pelaku UMKM di Desa Kelawi sebagai produk unggulan guna memutarkan roda perekonomian.

Desa yang baru dimekarkan tahun 2000 ini memang memiliki banyak potensi alam, ekonomi, dan wisata. Bahkan, kini, Desa Kelawi pun sudah cukup ramai dan dikenal oleh para pelancong karena keelokan salah satu pantainya, yakni Pantai Minang Rua. Potensi wisata tersebut masih dapat dikembangkan karena Desa yang berada di Bandar Lampung itu memiliki garis pantai sepanjang 9,8 km. Dengan garis pantai yang panjang itu, Rian menyebut Desa Kelawi masih mampu mengembangkan potensi wisata bahari yang beragam.

Tak hanya memiliki pantai yang eksotis, di Desa Kelawi terdapat Green Canyon, Taman Bawah Laut, Air Terjun Jamara, Air Terjun Khaja Saka, Batu Alif, dan Goa Lalay. Ada pula jumping spot yang dapat memacu adrenalin untuk pelancong yang menggemari wisata ekstrem. Seluruh pantai di Desa Kelawi dikelola di bawah pengawasan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Kelawi Mandiri bersama Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).

Rian menambahkan, Desa Kelawi juga menerapkan digitalisasi untuk memudahkan segala transaksi di setiap destinasi wisata dari mulai ticketing dan pembayaran non tunai QRIS BRI di tenant UMKM.

“Dengan digitalisasi tersebut pemilik usaha bisa melihat ringkasan transaksi keuangan secara mudah. Mereka juga dapat melihat berapa uang yang sudah masuk dan keluar, serta berapa sisa uang yang tersimpan,” tambahnya.

Manfaatkan Bank Sampah

Dengan berbagai pengembangan inovasi dan potensi, Desa Kelawi dianugerahi penghargaan sebagai Desa BRILiaN Hijau 2023. Potensi wisata itu pun dimaksimalkan oleh masyarakat yang juga pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) guna mendorong roda perekonomian. Beberapa UMKM yang terdapat di Desa Kelawi adalah UMKM mengembangkan kerajinan yang dihasilkan dari Bank Sampah.

“Desa Kelawi bekerja sama dengan BRI untuk mengatasi masalah sampah dengan menghadirkan Bank Sampah. Dari sana, sampah-sampah plastik dari laut dikembangkan melalui Bank Sampah,” tutur Rian.

Berkat kerja sama tersebut, lanjut Rian, pendapatan masyarakat Desa Kelawi pun bertambah berkat menjaga kebersihan, keamanan, dan kenyamanan Desa Wisata Kelawi. “Jadi, dari mengolah sampah, ada penambahan ekonomi dari Bank Sampah. Dan hasil dari itu masuk ke rekening masing-masing nasabah Bank Sampah dan langsung ditabung di BRI,” imbuhnya.

Pada kesempatan terpisah, Direktur Bisnis Mikro BRI Supari, mengungkapkan bahwa Desa BRILiaN merupakan program pemberdayaan desa yang bertujuan menghasilkan role model dalam pengembangan desa yang diinisiasi BRI sebagai bentuk agent of development dalam mengembangkan desa. Hingga akhir tahun 2023 tercatat terdapat 3.178 desa yang telah mendapatkan pemberdayaan Desa BRILiaN.

Program Desa BRILiaN merupakan pemberdayaan yang berbasis ekosistem desa dengan 4 pilar utama sebagai kunci sukses indikator pemberdayaan, yakni sustainability, digitalisasi, inovasi dan optimalisasi Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa).

Baca Juga: Ajak Keluarga Libur Lebaran ke Jatim Park dengan Promo Buy 2 Get 2 Ticket dari BRI

“BRI memiliki konsep pemberdayaan UMKM secara end to end, yakni pemberdayaan dari fase dasar hingga pengembangan platform berbasis digital yang mampu menjadi solusi pengembangan ekosistem UMKM. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa UMKM mempunyai daya saing dan mampu beradaptasi dengan pasar,” pungkas Supari.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×