Reporter: Ferry Saputra | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Sarana Multigriya Finansial atau SMF yang berperan sebagai liquidity provider dalam ekosistem pembiayaan perumahan nasional menerapkan sejumlah strategi untuk mencapai target laba yang dicanangkan pada 2026.
Asal tahu saja laba bersih SMF tercatat sebesar Rp 391 miliar pada Semester I-2026, atau tumbuh 33,90% secara Year on Year (YoY). Adapun berdasarkan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2026, SMF menargetkan laba bersih sebesar Rp 568 miliar pada 2026.
Untuk mencapai target itu, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko SMF Bonai Subiakto menerangkan pihaknya akan mengoptimalkan upaya dari sisi pendapatan agar terus bertumbuh ke depannya.
"Dari sisi pendapatan tentunya tim bisnis itu akan mencapai target yang sudah ditetapkan dalam rancangan kerja," ujarnya saat konferensi pers SMF di kawasan Jakarta Selatan, Rabu (22/7/2026).
Baca Juga: Industri Pergadaian Jalankan Pinjaman Berbasis Dokumen, Ini Kata Budi Gadai Indonesia
Selain itu, Bonai menerangkan SMF juga akan lebih tepat sasaran dalam menyalurkan pembiayaan, sehingga sisi beban bisa lebih terjaga. Mengingat juga adanya beberapa tantangan yang menghadang pada Semester II-2026, termasuk potensi kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI).
"Dari sisi beban, kami juga harus melakukan bukan penghematan, melainkan lebih tepat sasaran baik itu pengeluaran maupun beban biaya bunga yang pastinya akan meningkat pada Semester II-2026," tuturnya.
Meski capaiannya sudah 50% lebih dari target laba, Bonai mengatakan, target tersebut tetap menjadi tantangan seiring situasi yang ada saat ini. Namun, dia tetap optimistis SMF bisa mencapai target tersebut pada akhir 2026.
Sebagai informasi, SMF membukukan pendapatan sebesar Rp 1,70 triliun pada Semester I-2026, atau tumbuh 6,25% YoY. Adapun kualitas aset SMF juga tetap terjaga, tercermin dari rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) net sebesar 0,00%.
Sementara itu, total aset SMF tercatat mencapai Rp 68,29 triliun pada Semester I-2026, atau tumbuh 21,79% secara YoY.
Liabilitas SMF tercatat sebesar Rp 40,35 triliun pada Semester I-2026, atau tumbuh 14,23% YoY. Ekuitas SMF mencapai Rp 27,95 triliun pada Semester I-2026, atau tumbuh 34,65% YoY.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_24062609492500.jpg)
