kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.664   -12,00   -0,07%
  • IDX 6.636   -31,42   -0,47%
  • KOMPAS100 867   -5,52   -0,63%
  • LQ45 658   -5,19   -0,78%
  • ISSI 231   -0,99   -0,43%
  • IDX30 368   -3,06   -0,83%
  • IDXHIDIV20 455   -4,73   -1,03%
  • IDX80 99   -0,80   -0,81%
  • IDXV30 125   -1,37   -1,08%
  • IDXQ30 118   -1,17   -0,99%

Tingkat Literasi Perasuransian Menurun pada SNLIK 2026, Ini Kata AAUI


Minggu, 06 September 2026 / 18:46 WIB
Tingkat Literasi Perasuransian Menurun pada SNLIK 2026, Ini Kata AAUI
ILUSTRASI. Ketua Umum AAUI Budi Herawan (KONTAN/Ferry Saputra)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) Tahun 2026 mencatat, tingkat literasi sektor sektor perasuransian mencapai 42,84%. Angkanya terbilang menurun dibandingkan SNLIK Tahun 2025 yang sebesar 45,45%.

Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) menilai meningkatkan literasi memang menjadi pekerjaan rumah yang perlu dilakukan. Ketua Umum AAUI Budi Herawan berpendapat diperlukan dukungan berbagai pihak,  termasuk pemerintah, dalam meningkatkan tingkat literasi perasuransian.

"Kami tidak bisa kerja sendiri. Begitu gencarnya literasi yang dilakukan kami tanpa dukungan pemerintah, itu tidak mungkin," ungkapnya dalam konferensi pers AAUI di kawasan Jakarta Selatan, Jumat (4/9/2026).

Budi mengatakan penurunan yang terjadi di indeks literasi perasuransian masih dalam batas wajar dan masih dalam batas yang bisa ditoleransi. Meski demikian, dia bilang pihaknya tidak boleh terlena, tetap mencari cara untuk meningkatkannya. 

Kami juga lagi berpikir saat ini dengan semua cabang AAUI di Indonesia agar bisa melakukan suatu recovery ke depannya. Jadi, memang itu perlu analisis yang lebih tajam," tuturnya.

Baca Juga: Hasil SNLIK 2026, Tingkat Literasi & Inklusi Keuangan Lampaui Target RPJMN 2025-2029

Asal tahu saja, data SNLIK 2026 mencatat indeks inklusi perasuransian berada di level 29,55%, atau meningkat tipis dibandingkan SNLIK 2025 yang sebesar 28,50%.

Dari sisi perusahaan, PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (Tugu Insurance) menerangkan tantangan industri dalam menyeimbangkan literasi dan inklusi perasuransian adalah mengubah peningkatan pengetahuan masyarakat menjadi keputusan dan perilaku keuangan yang nyata. 

Corporate Secretary Tugu Insurance Dudi Subekti menyampaikan pemahaman mengenai pentingnya asuransi belum selalu secara langsung mendorong seseorang untuk memiliki produk asuransi. 

"Sebab, terdapat proses yang perlu dilalui, mulai dari memahami kebutuhan perlindungan, membangun kepercayaan, menentukan prioritas, hingga memilih produk yang sesuai dengan kebutuhan," ucapnya kepada Kontan, Kamis (3/9/2026).

Oleh karena itu, Dudi menyebut tantangannya tidak hanya meningkatkan pengetahuan masyarakat, tetapi juga memastikan pemahaman tersebut dapat mendorong pengambilan keputusan yang tepat dan pada akhirnya meningkatkan pemanfaatan produk asuransi.

Baca Juga: SNLIK 2026: Kesenjangan Literasi dan Inklusi Keuangan Desa dan Kota Masih Terlihat

Untuk membantu menyeimbangkan literasi dan inklusi industri ke depannya, Dudi menyebut Tugu Insurance akan terus berupaya melakukan edukasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. 

Dia menyampaikan upaya tersebut tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya perlindungan asuransi, tetapi juga membangun kepercayaan masyarakat terhadap produk dan industri perasuransian. 

"Dengan pemahaman dan kepercayaan yang makin baik, diharapkan masyarakat dapat mengambil keputusan yang tepat dalam memilih perlindungan sesuai dengan kebutuhan. Dengan demikian, peningkatan literasi dapat berjalan seiring dengan perluasan inklusi perasuransian," tuturnya.

Sebagai informasi, Hasil SNLIK 2026 menunjukkan, tingkat literasi keuangan nasional mencapai 69,57%, atau meningkat dari SNLIK 2025 yang sebesar 66,54%. Adapun indeks tingkat inklusi keuangan mencapai 93,61% pada SNLIK 2026, meningkat dari SNLIK 2025 yang sebesar 92,74%. 

Baca Juga: SNLIK 2026: Indeks Keuangan Indonesia Naik Jadi 69,57%

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×