kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.665.000   13.000   0,49%
  • USD/IDR 16.887   -2,00   -0,01%
  • IDX 9.030   82,14   0,92%
  • KOMPAS100 1.249   8,26   0,67%
  • LQ45 883   4,11   0,47%
  • ISSI 331   3,84   1,17%
  • IDX30 449   0,06   0,01%
  • IDXHIDIV20 530   -1,17   -0,22%
  • IDX80 139   0,93   0,68%
  • IDXV30 147   0,67   0,46%
  • IDXQ30 143   -0,37   -0,26%

Investasi Asuransi Jiwa Masih Bertumpu di SBN


Rabu, 14 Januari 2026 / 12:31 WIB
Investasi Asuransi Jiwa Masih Bertumpu di SBN
ILUSTRASI. Investasi Asuransi Jiwa per Oktober 2025 dominan di SBN, bukan saham. (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Aulia Ivanka Rahmana | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat penempatan investasi industri asuransi jiwa masih bertumpu pada Surat Berharga Negara (SBN) hingga Oktober 2025, meskipun kinerja pasar saham mulai membaik menjelang akhir tahun. 

Per Oktober 2025, nilai investasi di SBN tercatat mencapai Rp 231,86 triliun, jauh di atas saham yang baru Rp 121,27 triliun.

Sejalan dengan kondisi tersebut, PT Sun Life Financial Indonesia (Sun Life Indonesia) menegaskan strategi investasinya tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan pengelolaan risiko.

President Director Sun Life Indonesia Albertus Wiroyo mengatakan, keputusan perusahaan untuk tidak menambah porsi saham bukan dilandasi rasa waswas terhadap pasar modal, melainkan bagian dari pengelolaan profil risiko dan aset-liabilitas (asset–liability management/ALM).

Baca Juga: Sektor Perbankan Diprediksi Pulih pada 2026, Begini Rekomendasi Sahamnya

“Sebagai perusahaan asuransi jiwa dengan porsi produk tradisional yang masih dominan, struktur liabilitas kami bersifat jangka panjang dan relatif pasti. Oleh karena itu, kelas aset yang paling sesuai adalah fixed income, khususnya SBN dan obligasi berkualitas,” ujar Albertus kepada Kontan, Jumat (9/1/2025).

Ia menjelaskan, risiko utama yang dikelola perusahaan lebih pada risiko suku bunga dan kesenjangan durasi (duration gap), bukan pada volatilitas harga saham. Dengan pendekatan tersebut, alokasi saham tetap ada, namun dilakukan secara selektif agar sejalan dengan profil risiko dan kewajiban jangka panjang perusahaan.

Memasuki tahun ini, Sun Life Indonesia tetap mempertahankan strategi yang prudent namun adaptif. Perseroan tetap membuka peluang pada instrumen saham, terutama seiring pengembangan portofolio produk, baik tradisional maupun unitlink.

“Untuk produk unitlink, eksposur saham tetap relevan dan tersedia sesuai dengan risk appetite masing-masing pemegang polis. Namun secara korporasi, kami tetap berhati-hati dalam market timing,” kata Albertus.

Baca Juga: Bank Jatim Buka Seleksi Calon Komisaris dan Direktur Manajemen Risiko, Cek Jadwalnya

Menurutnya, valuasi pasar saham saat ini tidak lagi berada pada level yang bisa dikategorikan murah, sehingga pendekatan investasi yang diambil lebih bersifat bertahap dan selektif. Dengan demikian, kelas aset saham tidak diabaikan, tetapi dikelola secara disiplin dalam kerangka manajemen risiko dan valuasi.

Terkait target hasil investasi, Albertus menyebut pihaknya menetapkannya secara realistis dengan mempertimbangkan struktur aset dan kondisi pasar. Fokus utama Sun Life Indonesia adalah menjaga kesinambungan hasil investasi yang stabil dan berkelanjutan, sejalan dengan kewajiban kepada pemegang polis.

“Kontribusi utama tetap berasal dari fixed income, dengan dukungan dari aset lain termasuk saham dan instrumen pasar modal sesuai mandat masing-masing produk,” lanjutnya.

Sementara itu, PT Asuransi Jiwa BCA (BCA Life) juga melihat prospek pasar saham tetap menarik dalam jangka panjang, meskipun pengelolaan investasi tetap dilakukan secara hati-hati.

Presiden Direktur dan CEO BCA Life Eva Agrayani mengatakan, perbaikan fundamental emiten serta stabilitas ekonomi nasional menjadi dasar optimisme perseroan terhadap pasar saham. Namun demikian, sebagai perusahaan asuransi jiwa, BCA Life tetap menempatkan prinsip kehati-hatian dalam mengelola dana nasabah.

Baca Juga: OJK Terbitkan PADK 38/2025, Atur Penilaian Tingkat Kesehatan Fintech Lending

“Jadi bukan soal waswas, melainkan memastikan setiap keputusan investasi tetap selaras dengan profil kewajiban jangka panjang perusahaan,” ujar Eva kepada Kontan, Senin (12/1/2026).

Memasuki tahun ini, BCA Life menerapkan strategi yang tetap disiplin namun lebih adaptif. Perseroan membuka ruang optimalisasi pada instrumen saham, khususnya pada sektor-sektor yang memiliki fundamental kuat dan prospek berkelanjutan, sembari tetap menjaga porsi instrumen yang stabil.

“Di saat yang sama, kami tetap menjaga porsi instrumen yang stabil agar kinerja investasi perusahaan tetap konsisten dalam berbagai kondisi pasar,” tambahnya.

Untuk tahun ini, BCA Life menargetkan hasil investasi yang positif dengan pertumbuhan sekitar 20%. Target tersebut diharapkan dapat mendukung komitmen perusahaan dalam menjaga kepercayaan nasabah serta memenuhi kewajiban jangka panjang.

“Fokus kami bukan hanya pada pencapaian jangka pendek, tetapi pada kinerja investasi yang stabil, bertumbuh, dan mampu mendukung kewajiban perusahaan dalam jangka panjang,” tuturnya.

Pandangan serupa juga disampaikan pengamat asuransi Irvan Rahardjo. Menurutnya, kehati-hatian industri asuransi jiwa dalam menempatkan dana di saham tidak lepas dari masih tingginya volatilitas pasar modal global.

Ia menilai, gejolak ketidakstabilan geopolitik global masih menjadi faktor utama yang menahan agresivitas pelaku industri, mulai dari belum turunnya suku bunga The Fed, rencana kenaikan tarif oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump, hingga gangguan rantai pasok global sebagai dampak lanjutan perang Rusia–Ukraina.

Hal ini terjadi meskipun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang 2025 sempat mencatatkan rekor tertinggi sepanjang masa (all time high) sebanyak 24 kali.

"Industri asuransi jiwa masih akan bersikap hati-hati dalam investasi terutama karena tren dominasi produk tradisional dibanding produk unitlink," kata Irvan kepada Kontan, Senin (12/1/2026).

Selanjutnya: Profil Saham SOLA: Emiten Aspal & Konstruksi untuk Proyek Strategis Nasional

Menarik Dibaca: Promo Member Day Marugame Udon Spesial 14 Januari, Fuji-san Mabo Udon Hanya Rp 50.000

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU

[X]
×