Reporter: Umi Kulsum | Editor: Sanny Cicilia
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Program 10 juta agen yang digalakkan oleh Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) di masa depan diharapkan bisa mendongkrak perolehan premi industri. Tahun ini, AAJI memperkirakan, perolehan premi dari kanal keagenan bisa tumbuh dua digit.
Direktur Eksekutif AAJI Togar Pasaribu mengatakan, masifnya penggunaan kanal digital di jalur distribusi penjualan asuransi jiwa tak akan menggeser peran keagenan. Sebab adanya digital merupakan alat untuk mempermudah agen dalam memasarkan produk ke nasabah.
"Digital itu bisa menjadi media perusahaan asuransi jiwa untuk real time services," kata dia kepada Kontan.co.id, Senin (5/3).
Sebagai gambaran saja, sampai kuartal III 2017, premi dari jalur distribusi keagenan mampu tumbuh 12,1% dibandingkan posisi sama tahun 2016. Sementara, jalur bancassurance tumbuh 8%. Kendati jumlahnya tidak setinggi bancassurance tapi pertumbuhan dari keagenan masih berhasil menyalip. Sementara, saluran alternatif tumbuh 14,6%.
Di awal tahun ini, Togar pun masih optimistis baik jalur keagenan masih terhitung positif. Apalagi sebetulnya, keagenan merupakan profesi yang cukup menjanjikan. Selain penghasilannya juga profesi agen pada dasarnya merupakan entrepreneurship atau pengusaha.
"Pertumbuhan keagenan biasanya masih bisa tumbuh dobel digit," ujar Togar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News











![[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_17122515210200.jpg)
