Reporter: Ferry Saputra | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Penjaminan Kredit Daerah Provinsi Sumatera Barat (Perseroda) atau PT Jamkrida Sumbar mencatatkan kinerja positif terkait perolehan laba per akhir 2025. Direktur Utama PT Jamkrida Sumbar Ibnu Fadhli mengatakan perusahaan membukukan laba sebesar Rp 11,24 miliar per akhir 2025.
"Nilainya naik sebesar 20,69%, jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya," ujarnya kepada Kontan, Rabu (18/2/2026).
Ibnu menjelaskan penyebab utama meningkatnya laba perusahaan karena adanya pertumbuhan Imbal Jasa Penjaminan (IJP), pendapatan investasi, dan penerimaan pendapatan subrogasi.
Lebih lanjut, Ibnu menyampaikan laba Jamkrida Sumbar pada 2026 diproyeksikan terus tumbuh sebesar 10,74% dari prognosa akhir 2025. Dia tak memungkiri terdapat juga sejumlah tantangan yang bisa memengaruhi kinerja pada 2026.
Baca Juga: Jamkrida Sumbar: Tingginya NPL UMKM Dapat Berdampak bagi Kinerja Penjaminan
Ibnu mengatakan tantangan yang masih membayangi Jamkrida Sumbar, yakni pemenuhan regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dia bilang penyesuaian Peraturan OJK (POJK) Nomor 11 Tahun 2025 mengenai pemenuhan peningkatan modal minimum dan penguatan ekuitas bisa saja membatasi kapasitas penjaminan.
Selain itu, tantangan datang dari keterbatasan permodalan, yang mana kemampuan perusahaan untuk meningkatkan kapasitas penjaminan bergantung pada besaran modal yang tersedia.
Baca Juga: Jamkrida Sumbar Catatkan Pertumbuhan Imbal Jasa Penjaminan Sebesar 24,63% pada 2025
"Kondisi permodalan yang belum optimal, karena keterbatasan kemampuan penyertaan modal dari Pemerintah Daerah akan berdampak pada kapasitas penjaminan," tuturnya.
Tantangan lainnya, yaitu adanya dampak bencana alam dan risiko klaim yang harus diantisipasi dan ditangani dengan manajemen risiko yang lebih baik, serta tantangan proses internal seperti kebutuhan penguatan sumber daya manusia di teknologi informasi dan adaptasi terhadap perubahan regulasi.
Sebagai informasi, data OJK mencatat, industri penjaminan memperoleh laba setelah pajak per akhir 2025 sebesar Rp 968,24 miliar atau Rp 0,97 triliun. Nilainya menurun 27,83%, jika dibandingkan posisi akhir 2024 yang sebesar Rp 1,24 triliun.
Baca Juga: Ini Peluang yang Bisa Dioptimalkan Jamkrida Sumbar untuk Mendorong Kinerja pada 2026
Selanjutnya: Anak Usaha , Indonesian Paradise (INPP) Raih Kredit Rp 265 Miliar dari BCA
Menarik Dibaca: Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (19/2) Jabodetabek Hujan Sangat Lebat di Sini
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Excel for Business Reporting](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_28012616011400.jpg)