Reporter: Ferry Saputra | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Penjaminan Kredit Daerah Provinsi Sumatera Barat (Perseroda) atau PT Jamkrida Sumbar memproyeksikan bisnis penjaminan pada tahun ini masih akan diselimuti berbagai tantangan.
Direktur Utama PT Jamkrida Sumbar, Ibnu Fadhli menyebut ada beberapa faktor yang akan menjadi tantangan industri penjaminan pada tahun ini, seperti potensi kredit macet yang tinggi.
Ibnu menerangkan pertumbuhan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) akan menjadi salah satu motor andalan penggerak ekonomi nasional di tengah kondisi ekonomi yang sulit, sehingga keberpihakan negara dinilai akan tetap kuat.
"Di sisi lain, perlambatan ekonomi akan memicu tingginya tingkat kredit macet atau Non Performing Loan (NPL) kredit yang berdampak langsung pada klaim penjaminan. Dengan demikian, perlu pengelolaan penjaminan yang lebih hati-hati," ungkapnya kepada Kontan, Rabu (1/4/2026).
Baca Juga: Total Nilai Penjaminan Kredit Jamkrida Sumbar Capai Rp729,85 Miliar per Februari 2026
Selain itu, Ibnu memperkirkan program kredit pemerintah, seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Kredit Perumahan Subsidi tetap berjalan pada tahun ini.
Terkait kinerja, Jamkrida Sumbar membukukan nilai Imbal Jasa Penjaminan (IJP) sepanjang 2025 mencapai Rp 177 miliar. Nilainya tumbuh sebesar 24,63% secara Year on Year (YoY).
Ibnu menyampaikan pertumbuhan signifikan itu disebabkan berbagai faktor, seperti adanya peningkatan tarif IJP, pertumbuhan portofolio penjaminan nonproduktif, penambahan produk penjaminan baru, serta penambahan mitra kerja sama baru.
Baca Juga: Jamkrida Sumbar Beberkan Sejumlah Tantangan Bertransformasi Menjadi Perseroda
Untuk 2026, Ibnu mengatakan Jamkrida Sumbar akan berupaya maksimal agar bisa menyerap IJP lebih banyak, khususnya terkait KUR dan alokasi penjaminan yang diterima oleh mitra. Selain itu, dia bilang Jamkrida Sumbar juga berfokus pada penguatan bisnis inti perusahaan melalui diversifikasi produk penjaminan, digitalisasi proses penjaminan, serta meningkatkan literasi penjaminan melalui pelatihan dan sosialisasi.
"Ditambah, melakukan transformasi digital melalui portal online yang terintegrasi dengan lembaga keuangan untuk memberikan kemudahan," katanya.
Ibnu menyebut upaya lain yang akan dilakukan perusahaan untuk meningkatkan hasil IJP, yaitu terus melakukan perluasan cakupan kerja sama dengan pihak lain.
Baca Juga: Jamkrida Sumbar: Tingginya NPL UMKM Dapat Berdampak bagi Kinerja Penjaminan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













