kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Jamsostek incar obligasi empat perusahaan


Senin, 24 September 2012 / 14:30 WIB
ILUSTRASI. Warga menunggu pejalan kaki menyebrang di bawah tanda Disneyland Resort pada hari pembukaan kembali Disneyland Park and Disney California Adventure. REUTERS/Mario Anzuoni


Reporter: Mona Tobing |

JAKARTA. PT Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) tengah berburu obligasi untuk menambah portofolio investasi. Dana sebesar Rp 4 triliun disiapkan Jamsostek untuk membeli surat utang sampai akhir tahun nanti. Jamsostek mengincar obligasi yang ditawarkan oleh empat perusahaan.

Elvyn G. Masassya, Direktur Utama Jamsostek menuturkan Jamsostek tengah melakukan review atas empat perusahaan yang baru-baru ini menerbitkan obligasi.

"BUMN dan korporat adalah incaran kami. Tidak menutup kemungkinan juga dari multifinance (perusahaan pembiayaan). Asalkan ratingnya AAA dan size-nya besar pasti kami beli," terang Elvyn, Senin (24/9) di Kementerian BUMN. Sayang, Elvyn enggan menyebut nama perusahaan yang tengah diincar perseroan.

Sebagaimana diketahui, komposisi dana investasi Jamsostek paling banyak ditempatkan di obligasi sebesar 46%. Lalu deposito 20%, saham 20%, 10% di properti dan 4% di reksadana. Sampai akhir tahun, perseroan menargetkan perolehan hasil investasi mencapai Rp 12,2 triliun. Pada Juli lalu, hasil investasi Jamsostek telah mencapai Rp 7,9 triliun.

Jamsostek menargetkan perolehan aset sampai akhir tahun mencapai Rp 129,7 triliun. Elvyn optimis target perseroan akan tercapai. "Akan sesuai target, karena secara dana investasi kami yang naik hingga 20%. Dana investasi kami hampir tercapai dari target sampai akhir tahun Rp 125,7 triliun. Sampai Juli ini telah mencapai Rp 123,4 triliun," terang Elvyn. Setelah Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) terbentuk, Jamsostek menargetkan proyeksi perolehan dana investasi mencapai Rp 271,8 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×