Reporter: Ade Priyatin | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Platform pinjaman daring (pindar) PT Sahabat Mikro Fintek atau Samir mengungkapkan ada 11 lender institusi yang menopang pendanaan perusahaan.
Direktur Utama Samir Handy Juniandri menyebut dari ke-11 lender tersebut, tiga di antaranya berasal dari industri perbankan, yaitu PT Bank Neo Commerce Tbk, PT Super Bank Indonesia Tbk, dan PT Bank Sahabat Sampoerna.
Menurutnya, kolaborasi dengan lembaga keuangan ini bertujuan untuk menciptakan pembiayaan yang lebih inklusif, stabil, efisien, dan mampu mendukung tingkat ekonomi masyarakat maupun pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
"Kami selalu ingin membangun kolaborasi lintas lembaga keuangan agar tercipta pembiayaan yang inklusif," terangnya dalam keterangan resmi, Senin (22/6/26).
Baca Juga: Pindar Samir Telah Salurkan Pembiayaan Rp1,5 Triliun hingga April 2026
Sebelumnya, Handy juga pernah mengungkapkan kepada Kontan bahwa memperkuat kerja sama dengan lembaga keuangan menjadi salah satu strategi perusahaan untuk memaksimalkan perolehan laba.
Menurutnya, dukungan dari lembaga keuangan merupakan fondasi penting bagi Samir dalam menjaga ketersediaan likuiditas guna mendorong pembiayaan kepada nasabah.
"Kita harus menjalin kerja sama dengan perbankan, kemudian entitas investasi untuk bisa sama-sama menyalurkan kredit kepada masyarakat," jelasnya saat ditemui di Kantor Kontan, Selasa (9/6/26).
Di sisi lain, Samir juga terus memastikan kualitas portofolio tetap terjaga. Mereka menerapkan proses credit scoring yang ketat dengan mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari usia, pendapatan, hingga kemampuan bayar calon peminjam.
Baca Juga: Pindar Samir Ungkap Kunci Menjaga Pertumbuhan Laba
Selain itu, perusahaan juga melakukan pengawasan terhadap portofolio pembiayaan secara berkelanjutan untuk menjaga kualitas aset.
Sejalan dengan itu, kinerja Samir juga terus bertumbuh. Sepanjang empat bulan pertama 2026, Samir mencatat penyaluran pembiayaan sebesar Rp1,5 triliun atau setara sekitar 50% dari total pembiayaan yang disalurkan pada tahun 2025 sebesar Rp2,9 triliun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














