Reporter: Ferry Saputra | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja rata-rata return atau yield unitlink berbasis saham menjadi yang terkontraksi paling dalam. Berdasarkan data Infovesta secara year to date (ytd), rata-rata return unitlink berbasis saham terkontraksi sebesar 9,18% per Juli 2026.
Jika ditelaah, kinerja unitlink saham per Juli 2026 terbilang membaik, dibandingkan capaian per Juni 2026 yang terkontraksi sebesar 13,39%.
Head of Research Infovesta Utama Wawan Hendrayana menerangkan kinerja unitlink berbasis saham tak terlepas dari kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang masih tertekan.
Baca Juga: Perkembangan Kasus DSI, Bareskrim Polri Sebut Berkas Perkara Tersangka AS Lengkap
Meski demikian, kinerja unitlink saham per Juli 2026 terbilang lebih baik, dibandingkan kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang anjlok 27,9%. Dia menyebut kinerja unitlink yang membaik sepanjang Juli 2026 tak terlepas dari sejumlah faktor.
"Adapun faktornya, yakni laporan keuangan kuartal II-2026, saham bank besar, dan technical rebound," ungkapnya kepada Kontan, Minggu (9/8/2026).
Wawan sempat memperkirakan kinerja unitlink berbasis saham masih akan sulit untuk terdongkrak positif ke depannya. Mengingat kinerja pasar modal Indonesia yang belum menunjukkan penguatan signifikan.
Sementara itu, Wawan juga mengatakan dengan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) atau BI Rate yang ditahan di level 5,75%, dampaknya cenderung positif terhadap kinerja unitlink. Dia bilang hal tersebut dapat mengurangi tekanan ke harga obligasi. "Selain itu, dapat memberi ruang recovery untuk saham," tuturnya.
Jika ditelaah dari data Infovesta, kinerja unitlink berbasis campuran juga mengalami perbaikan. Rata-rata return unitlink campuran terkontraksi 6,51% per Juli 2026, sedangkan posisi per Juni 2026 terkontraksi 8,93%.
Adapun unitlink pendapatan tetap rata-rata return-nya juga terkontraksi sebesar 1,76% per Juli 2026. Kinerjanya makin memburuk, dibandingkan posisi per Juni 2026 yang terkontraksi sebesar 1,64%.
Terkait hal itu, Wawan bilang tertekannya kinerja return unitlink pendapatan tetap dipicu dampak dari kenaikan BI Rate sebelumnya. "Pendapatan tetap masih tertekan karena kenaikan BI Rate sebelumnya," katanya.
Baca Juga: Laba Bussan Auto Finance (BAFI) Tumbuh 41,92% pada Semester I-2026
Hanya unitlink berbasis pasar uang yang berhasil mencatatkan kinerja positif, dengan rata-rata return sebesar 1,98% per Juli 2026. Adapun kinerjanya makin meningkat, dibandingkan posisi per Juni 2026 yang mencatatkan rata-rata return sebesar 1,58%.
Wawan menyebut masih stabilnya kinerja unitlink pasar uang tak terlepas dari faktor suku bunga deposito dan BI Rate. "Pasar uang tetap paling stabil, yakni positif sekitar 2% secara ytd. Kinerja utamanya mengikuti suku bunga deposito dan BI Rate," ucap Wawan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
