kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.581.000   -14.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.992   80,00   0,45%
  • IDX 6.010   -61,64   -1,02%
  • KOMPAS100 774   -11,44   -1,46%
  • LQ45 592   -8,80   -1,46%
  • ISSI 208   -2,25   -1,07%
  • IDX30 328   -4,71   -1,41%
  • IDXHIDIV20 419   -5,32   -1,25%
  • IDX80 88   -1,32   -1,47%
  • IDXV30 114   -0,94   -0,82%
  • IDXQ30 107   -1,23   -1,13%

Jumlah bank akan berkurang


Kamis, 13 Januari 2011 / 13:36 WIB


Reporter: Roy Franedya | Editor: Adi Wikanto

JAKARTA. Tahun ini, jumlah bank di Indonesia dipastikan akan berkurang. Bukan karena ditutup, melainkan akibat penggabungan bank atau merger. Sekarang sudah ada beberapa bank yang mengajukan izin merger di BI.

Eksekutif Direktorat Penelitian dan Pengaturan Perbankan Bank Indonesia (BI) Agusman bilang sekarang ada 122 bank di Indonesia. Dalam waktu dekat ini, jumlah itu akan berkurang. "Jumlahnya akan kurang, karena ada yang merger," kata Agusman, kemarin.

Sayangnya, Agusman enggan menjelaskan lebih detil. Sebab, merger itu tengah memasuki pengajuan izin. "Itu masih rahasia," kata Agusman.

BI mendukung proses konsolidasi dengan cara merger tersebut. Itu untuk memperkuat permodalan dan manajemen bank. Dengan demikian, bank bakal lebih kuat mengatasi masalah di periode mendatang.

Deputi Gubernur BI Muliaman D Hadad mengakui, semua bank memang sudah memenuhi ketentuan modal minimal Rp 100 miliar. Namun, meski sudah memenuhi, bank tetap membutuhkan modal yang tinggi. "Persaingan perbankan ketat, modal harus besar," kata Muliaman.

Apalagi, di 2011 ini permodalan akan menjadi isu utama di dunia perbankan. Sebab, modal akan berkaitan langsung dengan likuiditas. "Dengan modal dan likuiditas yang kuat, perbankan akan semakin resisten dalam menghadapi krisis global," terang Muliaman.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×