kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.677.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.825   -17,00   -0,10%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Jumlah bank akan berkurang


Kamis, 13 Januari 2011 / 13:36 WIB


Reporter: Roy Franedya | Editor: Adi Wikanto

JAKARTA. Tahun ini, jumlah bank di Indonesia dipastikan akan berkurang. Bukan karena ditutup, melainkan akibat penggabungan bank atau merger. Sekarang sudah ada beberapa bank yang mengajukan izin merger di BI.

Eksekutif Direktorat Penelitian dan Pengaturan Perbankan Bank Indonesia (BI) Agusman bilang sekarang ada 122 bank di Indonesia. Dalam waktu dekat ini, jumlah itu akan berkurang. "Jumlahnya akan kurang, karena ada yang merger," kata Agusman, kemarin.

Sayangnya, Agusman enggan menjelaskan lebih detil. Sebab, merger itu tengah memasuki pengajuan izin. "Itu masih rahasia," kata Agusman.

BI mendukung proses konsolidasi dengan cara merger tersebut. Itu untuk memperkuat permodalan dan manajemen bank. Dengan demikian, bank bakal lebih kuat mengatasi masalah di periode mendatang.

Deputi Gubernur BI Muliaman D Hadad mengakui, semua bank memang sudah memenuhi ketentuan modal minimal Rp 100 miliar. Namun, meski sudah memenuhi, bank tetap membutuhkan modal yang tinggi. "Persaingan perbankan ketat, modal harus besar," kata Muliaman.

Apalagi, di 2011 ini permodalan akan menjadi isu utama di dunia perbankan. Sebab, modal akan berkaitan langsung dengan likuiditas. "Dengan modal dan likuiditas yang kuat, perbankan akan semakin resisten dalam menghadapi krisis global," terang Muliaman.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×