kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.645.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 17.870   -65,00   -0,36%
  • IDX 5.821   -75,34   -1,28%
  • KOMPAS100 752   -12,33   -1,61%
  • LQ45 573   -10,72   -1,84%
  • ISSI 201   -1,70   -0,84%
  • IDX30 325   -6,09   -1,84%
  • IDXHIDIV20 401   -6,69   -1,64%
  • IDX80 86   -1,38   -1,59%
  • IDXV30 108   -1,25   -1,14%
  • IDXQ30 105   -1,88   -1,76%

Kanal Bancassurance Mendominasi Pendapatan Premi BNI Life pada Kuartal I 2024


Rabu, 29 Mei 2024 / 19:43 WIB
Kanal Bancassurance Mendominasi Pendapatan Premi BNI Life pada Kuartal I 2024
ILUSTRASI. Petugas Bancassurance Specialist melayanai nasabah pada konter asuransi jiwa di kantor cabang sebuah bank di Jakarta, Kamis (4/11). /pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/04/11/2021.


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT BNI Life Insurance atau BNI Life menyebut kanal bancassurance mendominasi pendapatan premi perusahaan pada kuartal I-2024. 

Mengenai hal itu, Plt. Direktur Utama BNI Life Eben Eser Nainggolan mengatakan pendapatan premi dari kanal bancassurance sebesar Rp 808,7 miliar pada kuartal I-2024, sedangkan dari kanal keagenan sebesar Rp 36,8 miliar.

"Sampai kuartal I-2024, total pendapatan premi BNI Life sebesar Rp 1,3 triliun," katanya kepada Kontan, Rabu (29/5).

Sementara itu, Eben menerangkan nilai premi tradisional pada kuartal I-2024 sebesar Rp 1,1 triliun atau memakan porsi 81% dari total pendapatan premi perusahaan. Adapun pendapatan premi unitlink sebesar Rp 249 miliar pada kuartal I-2024 atau memakan porsi 19% dari total pendapatan premi perusahaan.

Baca Juga: Bancassurance Jadi Kontributor Terbesar Bagi Premi Asuransi Jiwa pada Kuartal I

Pada tahun ini, Eben menyampaikan BNI Life menargetkan pendapatan premi sebesar Rp 6,4 triliun. Nilai itu tumbuh sekitar 19% dari realisasi pendapatan premi 2023.

Sebagai informasi, Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat pendapatan premi dari bancassurance pada kuartal I-2024 mencapai Rp 19,09 triliun. 

"Nilai itu naik 0,5%, jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 19 triliun," ujarnya dalam konferensi pers, Rabu (29/5).

Sementara itu, Budi menerangkan pendapatan premi dari kanal keagenan mencapai Rp 14,16 triliun pada kuartal I-2024. Nilai itu mengalami penurunan tipis 2,6%, jika dibandingkan periode sama tahun lalu yang sebesar Rp 14,53 triliun. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×